Kendari, Sultrademo.co — Program revitalisasi kawasan wisata Pantai Nambo yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari mulai menunjukkan hasil signifikan. Wali Kota Kendari, , menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan wisata tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, hingga triwulan II tahun 2026, PAD Pantai Nambo telah mencapai lebih dari Rp800 juta. Angka tersebut melampaui target awal Pemerintah Kota Kendari yang hanya sebesar Rp600 juta.
“Ini membuktikan bahwa revitalisasi tempat wisata Pantai Nambo membuahkan hasil yang sangat positif terhadap peningkatan ekonomi daerah,” ujar Siska.
Ia menjelaskan, sebelum dilakukan revitalisasi, kunjungan wisatawan ke Pantai Nambo belum sebesar saat ini. Namun setelah penataan kawasan, pembangunan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan pengunjung, minat masyarakat untuk berwisata ke Pantai Nambo terus meningkat.
Bahkan, pada setiap akhir pekan, pendapatan kawasan wisata tersebut disebut mampu mencapai lebih dari Rp30 juta per hari. Tingginya angka kunjungan dinilai menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menghadirkan destinasi wisata yang lebih menarik bagi masyarakat.
“Sekarang masyarakat datang karena ada daya tarik baru, fasilitas yang lebih baik, dan kenyamanan yang kami sediakan,” katanya.
Pemerintah Kota Kendari juga berencana menambah berbagai fasilitas penunjang di kawasan Pantai Nambo, termasuk wahana bermain anak dan sarana hiburan keluarga lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjadikan Pantai Nambo sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.
Siska berharap ke depan masyarakat, termasuk dari kabupaten tetangga di Sulawesi Tenggara, lebih memilih berwisata di Kota Kendari tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah.
“Kami ingin masyarakat cukup datang ke Kendari untuk menikmati wisata yang nyaman dan lengkap, tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar ke luar kota,” pungkasnya.
 






