Perumda Pasar Kendari Setor Dividen Penuh ke Pemkot, Mulai Lunasi Tunggakan Tahun Sebelumnya

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar

Kendari, Sultrademo.co – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari mulai menunjukkan perbaikan dalam tata kelola keuangan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan berhasil menyetorkan dividen tahun buku 2025 secara penuh kepada Pemerintah Kota Kendari sekaligus mulai melunasi tunggakan dividen dari tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, mengatakan pembenahan tata kelola perusahaan menjadi fokus utama sejak dirinya menjabat sekitar lima bulan lalu. Selain meningkatkan pelayanan di pasar, pihaknya juga berupaya memperbaiki kondisi keuangan agar mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bacaan Lainnya

“Dividen tahun 2025 sudah kami bayarkan 100 persen. Kami juga membayar sebagian tunggakan dividen yang selama ini belum pernah diselesaikan. Sebelumnya, dividen itu hanya menjadi angka di buku, tetapi tidak ada cash flow-nya,” ujar Asnar, Kamis (9/7/2026).

Ia mengatakan, pembenahan juga dilakukan terhadap kondisi internal perusahaan, termasuk memastikan pembayaran gaji karyawan kembali berjalan normal.

Menurut Asnar, pendapatan utama Perumda Pasar masih bersumber dari pengelolaan pasar, terutama sektor parkir dan pelayanan pasar. Sejumlah pasar seperti Pasar Baruga dan Pasar Mandonga menjadi penyumbang pendapatan terbesar.

Bahkan, setelah dilakukan berbagai pembenahan, pendapatan Pasar Mandonga disebut meningkat hingga sekitar 220 persen dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah ada peningkatan pendapatan. Memang angkanya masih kecil, tetapi ke depan akan terus kami tingkatkan. Minimal kami bisa mempertahankan kondisi ini karena tantangan ke depan cukup besar,” katanya.

Meski demikian, Asnar mengakui perkembangan perdagangan berbasis daring menjadi tantangan bagi keberlangsungan pasar tradisional. Perubahan pola belanja masyarakat membuat jumlah pengunjung pasar cenderung menurun.

“Pengaruh pasar online luar biasa. Orang sekarang banyak yang malas ke pasar karena semua kebutuhan bisa dipenuhi secara online. Jadi, kalau pasar tradisional bisa bertahan saja, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Selain meningkatkan pendapatan, Perumda Pasar juga membenahi pengelolaan operasional, termasuk mengambil alih pembayaran listrik dan biaya kebersihan di sejumlah pasar.

Menurut Asnar, kebijakan tersebut berhasil menurunkan beban biaya yang harus ditanggung pedagang. Jika sebelumnya pedagang membayar sekitar Rp300 ribu per kios, kini biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp60 ribu per bulan.

“Sekarang pembayaran listrik dan kebersihan di beberapa pasar sudah ditanggung penuh oleh PD Pasar. Tujuannya untuk meringankan beban para pedagang dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Ia berharap langkah-langkah pembenahan yang dilakukan dapat terus meningkatkan kinerja Perumda Pasar sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pedagang dan masyarakat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Nur Hani

Pos terkait