Presma BEM STMIK Catur Sakti Kendari Tolak Belajar Online Tahun 2022

Kendari, Sultrademo.co – Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Catur Sakti Kendari, Wahid Akhyarudin menolak keras diterapkannya proses belajar dan mengajar online di tahun 2022.

Wahid Akhyarudin mengatakan proses belajar dan mengajar yang telah dilaksanakan selama kurang lebih dua tahun sangat tidak efektif dirasakan oleh pelajar dan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

“Kami menolak jika pembelajaran online tetap dilksanakan pada tahun 2022. Pelajar dan mahasiswa sudah jenuh dengan adanya proses pembelajaran secara daring. Semua elemen baik dosen, guru, pelajar dan mahasiswa sudah menginginkan pembelajaran tatap muka segera direalisasikan,” ungkap Akhyarudin melalui siaran persnya, Minggu malam (26/9/2021).

Menurutnya, proses belajar dan mengajar secara daring tidak dapat membentuk karakter dan mental pelajar yang menjadikan generasi bangsa faham akan kondisi yang sesungguhnya dialami oleh masyarakat.

“Yang lebih penting dari pembelajaran tatap muka itu membentuk karakter dan mental generasi muda untuk terus berkembang dan berguna bagi Bangsa dan Negara,” pungkasnya.

Ia melanjutkan, proses vaksinasi juga telah dilakukan oleh BEM bersama instansi terkait guna dipercepatnya proses belajar dan mengajar tatap muka, sehingga ia mendesak Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar segera peraturan dan konsep pembelajaran tatap muka.

“Gerakan vaksinasi pun telah menjadi gerakan nasional BEM agar pembelajaran tatap muka segera di laksanakan di tahun 2022, sehingga kami mendesak Kemendikbudristek untuk membuat peraturan terkait sistem dan juga konsep belajar offfline,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah Republik Indonesia (RI) dapat segera mengevaluasi pembelajaran daring dan kesiapan fasilitas sarana-prasarana yang belum matang.

“Perwakilan mahasiswa dan juga pelajar selaku subjek dalam proses belajar ini harus dilibatkan penuh dalam pembentukan peraturan dan grand design secara umum. Agar Regulasi Sistem pendidikan negara kita sesuai dengan kebutuhan dan keinginan industri,” tutupnya.

Untuk diketahui, BEM STMIK Catur Sakti Kendari yang tergabung di Aliansi BEM Nusantara telah membangun gerakan serentak bersama BEM lainya untuk menyebarkan tagar #2022tolakbelajaronline di berbagai media sosial yang dimiliki.

Penulis : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK

Pos terkait