Kendari, Sultrademo.co – Proses pembangunan kantor gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) terus dikebut menjelang akhir tahun. Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, mengungkapkan bahwa material yang diperlukan untuk pembangunan hampir seluruhnya tersedia.
Namun, kendala dalam pemasangan menjadi tantangan utama yang menghambat penyelesaian proyek tersebut.
“Kalau material di lapangan sudah hampir 100%, cuma memang ini masalah pemasangan karena saya lihat tukangnya tidak banyak. Tapi tidak masalah, karena tetap kita bayarkan sesuai progres saja. Jadi masih kita kasih kesempatan sampai akhir tahun, tanggal 30 Desember,” ujar Effendi saat ditemui di kantor dinasnya, Senin (23/12/2024).
Menurut Effendi, pihaknya masih memberi kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan hingga batas kontrak, yaitu pada 30 Desember 2024.
Jika proyek belum selesai tepat waktu, opsi perpanjangan kontrak dengan sanksi denda menjadi pertimbangan.
“Nanti kita lihat, kalau memang bisa diperpanjang dengan denda nanti kita perpanjang. Tergantung material yang ada, karena kalau kesiapan material itu ada berarti kesungguhan kontraktor itu masih ada,” tambahnya.
Effendi juga menyoroti keterlambatan pekerjaan yang terjadi akibat kurangnya antisipasi terkait perangkat kerja sejak awal proyek.
Ia menjelaskan bahwa semua material didatangkan dari Surabaya untuk memastikan kualitas terbaik.
“Kontraknya sampai 30 Desember, ini termasuk lambat karena ini seharusnya dari awal diantisipasi masalah perangkat kerja. Karena semua material memang didatangkan dari Surabaya, artinya kualitas yang terbaik,” pungkas Effendi.










