Rakor Berbasis Retreat: Langkah Baru Pemprov Sultra Tingkatkan Kolaborasi OPD

Ketgam : Wagub Sultra, Ir. Hugua. Foto: Ist.

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi memulai Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Tahun 2025 berbasis model Retreat, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung empat hari di Aula Asrama C BPSDM Sultra ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling., mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Bacaan Lainnya
 

Langkah ini menandai komitmen Pemprov Sultra untuk memperkuat kolaborasi antar-OPD melalui pendekatan Retreat, sebuah metode pendalaman kapasitas yang sebelumnya diterapkan secara nasional dan dinilai efektif membangun pola kerja yang lebih adaptif.

Rakor Berbasis Pengalaman Nasional
Ketua Panitia yang juga Sekda Provinsi Sultra,
Asrun Lio, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dari tiga tahap Retreat sebelumnya.

“Retret pertama dilaksanakan di Magelang, lalu retret kedua di Jatinangor oleh Kementerian Dalam Negeri. Retret ketiga kemudian dievaluasi dan dimodifikasi menjadi kegiatan rapat koordinasi, yang diikuti oleh para Sekda kabupaten/kota dan provinsi serta seluruh Kepala Bappeda,” jelas Asrun Lio.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Sultra mengadaptasi praktik baik dari pelaksanaan Retreat nasional untuk menyesuaikan kebutuhan dan tantangan daerah.

“Tujuannya adalah melakukan sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Dan hari ini, kita membuka Rakor Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah yang menjadi tindak lanjut konkret dari model Retreat tersebut,” ujarnya.

Format Interaktif, Narasumber Strategis
Rakor tahun ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi penting: Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Dirjen BKPSDM, Kapolda Sultra, Danrem, serta Kepala Kejaksaan Tinggi.

Kegiatan juga dilengkapi penandatanganan MoU, arahan resmi dari Kajati tentang mekanisme penanganan persoalan yang berkaitan dengan APH, serta sesi penguatan dari Kapolda dan Danrem.

Menggunakan format Retreat, peserta mengikuti diskusi meja besar, diskusi kelompok kecil, hingga aktivitas lapangan yang didesain untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif. Sejak malam sebelum pembukaan, peserta telah menjalani sesi pemanasan materi bersama Wagub Sultra yang menekankan perubahan mindset, integritas, dan komitmen pelayanan publik.

Rakor sendiri berlangsung selama 36 jam pelajaran dan diikuti seluruh Kepala OPD Provinsi serta Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Sultra.

Pembukaan dan Pesan Gubernur
Setelah laporan panitia, Wakil Gubernur Sultra didampingi Sekda melakukan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan dari Dinas Dukcapil dan Plt. Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dalam sambutan yang dibacakan Wagub, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber. Ia menegaskan bahwa era disrupsi menuntut seluruh perangkat daerah untuk berinovasi dan meningkatkan kolaborasi agar pelayanan publik tetap optimal.

Wagub memaparkan lima isu strategis pembangunan daerah:
1. Penguatan SDM berkualitas, dengan akses inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat.
2. Penanganan ketimpangan antarwilayah, terutama akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan ekonomi.
3. Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
4. Pemerataan pembangunan infrastruktur, untuk konektivitas wilayah dan efisiensi distribusi barang.
5. Tantangan pendanaan daerah, yang menuntut inovasi kebijakan agar pembangunan tetap berjalan optimal.

Wagub menegaskan bahwa semua tantangan tersebut merupakan peluang untuk memperbaiki sistem dan melahirkan terobosan baru. Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pusat, termasuk mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.

Di penghujung sambutan, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan struktur organisasi, melainkan karakter, integritas, dan komitmen setiap pegawai.

Perkuat Sinergi Menuju Sultra Maju
Rakor Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah 2025 diharapkan menjadi wahana strategis untuk menyatukan langkah antar-OPD, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendorong percepatan pencapaian visi Sulawesi Tenggara: maju, aman, sejahtera, dan religius.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait