Redam Konflik Buton, La Ode Ida Minta Pemprov Lakukan ini

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co- Tidak hanya banjir yang melanda beberapa kabupaten, Konflik antar kelompok yang terjadi di Buton  nampaknya melengkapi duka Sulawesi Tenggara.

Insiden tersebut demikian mengundang perhatian publik. La Ode Ida salah satunya, Pimpinan ORI itu meminta konflik tersebut tidak dibiarkan dan tak boleh lagi terulang.

Bacaan Lainnya

Yang harus dilakukan, lanjut dia adalah melakukan pemulihan dengan pendekatan budaya, sosial dan sekaligus fisik.

“Sudah benar langkah yang diambil oleh Gubernur Ali Mazi dengan menurunkan aparat keamanan. Ini harus dilanjutkan dengan membangun posko khusus aparat keamanan di antara kampung di kawasan itu,” katanya.

Setelah itu, memberikan bantuan real untuk kehidupan warga yang rumahnya terbakar dan saat ini ada di pengungsian. Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) sendiri sekarang ini tengah berupaya galang dukung bantuan sosial kemanusiaan untuk korban konflik horizontal di Buton.

Ditambahkannya, pemerintah juga harus membangun kembali pemukiman atau rumah-rumah warga yang terbakar. Diskresi gubernur yang meminta kontribusi setiap kepala daerah di Sultra untuk bangun fisik rumah-rumah itu adalah langkah tepat dan perlu disegerakan.

Disamping itu, kata mantan senator itu, melakukan pendekatan sosial budaya untuk damai harmoni berkelanjutan. Meski tak mudah, tapi juga tak sulit karena mereka-mereka itu dalam basis keluarga atau identitas budaya yang sama. Perlu dibangkitkan kembali semangat saling menyayangi sebagaimana filsafat Buton Muna. Pemda perlu menjadikan pendekatan ini sebagai program budaya yang berkelanjutan.

“Catatlah misalnya, dalam membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar itu dengan secara langsung melibatkan warga dari kedua kelompok yang seteru. Tentu yang pegang kendali adalah aparat TNI atau bersama Polri dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dan masih banyak lagi cara atau pendekatan yang bisa dilakukan. Saya yakin masyarakat Buton tetap pegang teguh atau hidup dgn pijakan nilai-nilai budaya harmoni dan saling menyayangi. Insha allah,” tutupnya melalui rilis, Senin (10/6/19).

  • Whatsapp

Pos terkait