Rizal Akman Sebut Aktivitas PT. BPS Di Kolaka Tidak Sesuai Izin

  • Whatsapp

KENDARI, (SultraDemoNews) – PT Babarina Putra Sulung (BPS) yang melakukan aktivitas penambangan di Desa Lapao-Pao Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, diduga melakukan aktivitas perusahaan diluar dari ketentuan perizinan, hal itu diungkapkan seorang advokat, Risal Akman, Senin 17/12/18.

Dikatakannya, ketentuan perizinan yang diberikan kepada BPS itu adalah Izin Usaha Penambangan (IUP) batuan, tapi, lanjut Risal yang terjadi dilapangan diduga diluar dari izin, yakni menambang nikel dan bukan batunya.

Bacaan Lainnya

“Intinya, diliat dari segi administrasi mereka sudah jelas-jelas salah. Karna yang termuat dari izin awal itu adalah batuan, bukan penambangan nikel. Nah itu sudah jelas ada pelanggaran tindak pidana,” beber Rizal

Ditambahkannya, Dugaan pelanggaran tersebut disinyalir dibiarkan oleh pihak tertentu, yang semestinya menindaki pelanggaran itu.

“Inikan sudah termasuk tindakan yang seharusnya mereka ambil oleh pihak yang bertanggung jawab, jadi disini ada dua yang harus tegas, misalnya dari pihak penegak hukum, kalau sudah melihat pelanggaran kenapa dibiarkan. Kemudian, saya melihat dari pemerintah daerah juga ketika melihat kenyataan seperti ini seharusnya cepat mengambil langkah,dalam hal ini sebagai pihak yang punya potensi mengeluarkn izin, “cetusnya

“Artinya ini sudah menyangkut SDA yang dimiliki oleh kita yang mau tidak mau, suka tidak suka, itu harus dilindungi. Tapi kalau sudah seperti itu yang terjadi kan terkesan seperti menutup mata. Seharusnya kita sama-sama bisa melindungi kekayaan ini, kalau ada oknum yang mencoba bermain curang yah marilah sama-sama kita tindak, jangan dibiarkan, “pungkasnya.

Ditempat terpisah, beberapa awak media mencoba melakukan komunikasi kepada pihak perusahaan (PT. BPS) untuk dimintai penjelasannya, namun tidak mendapat respon dari perusahaan dimaksud.

Laporan : Anggun Abubakar

  • Whatsapp

Pos terkait