RSUD Kota Kendari Resmikan Unit Pengelola Darah Modern, Perkuat Layanan Transfusi dan Gawat Darurat

Ketgam : Sambutan dan arahan Wali Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari secara resmi meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) baru di RSUD Kota Kendari. Pembangunan fasilitas ini merupakan wujud nyata komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan medis, persalinan, serta kebutuhan transfusi darah lainnya.

Plt Direktur RSUD Kota Kendari, drg. Fauziah menjelaskan, pembangunan UPD ini dibiayai sepenuhnya dari Anggaran Daerah Fisik Tahun 2025 dengan total nilai Rp8.772.933.600. Fasilitas yang dibangun meliputi gedung dua lantai seluas 630 meter persegi, satu unit mobil operasional UPD, serta peralatan kesehatan lengkap dan mutakhir.

Bacaan Lainnya

“Kami juga telah melengkapi sumber daya manusia sesuai standar, yaitu terdiri dari 1 dokter spesialis patologi klinik, 4 dokter umum, 1 tenaga transfusi darah, 2 perawat, dan 22 tenaga teknis laboratorium medik,” ujar dr. Fauziah saat peresmian, Rabu (22/7/2026).

Layanan UPD ini sudah siap beroperasi penuh setelah mendapatkan validasi dan kredensial dari BPJS Kesehatan. RSUD Kota Kendari juga telah melengkapi sistem dengan Aplikasi Sistem Informasi Donor Darah Kota Kendari, yang berfungsi sebagai basis data terpadu seluruh pendonor darah di Kota Kendari.

Fauziah menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kota Kendari, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Kendari, serta seluruh pihak yang mendukung terwujudnya fasilitas ini. “Kami berharap UPD ini dapat mempercepat akses pelayanan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pelayanan yang profesional dan penuh empati,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam sambutannya menegaskan bahwa kebutuhan darah adalah hal yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda. Setiap tetes darah memiliki arti besar bagi keselamatan pasien.

“UPD ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian penyediaan darah di Kota Kendari, mempercepat pemenuhan kebutuhan transfusi, serta mendukung pelayanan gawat darurat, operasi, dan pelayanan ibu dan anak. Ini adalah investasi penting bagi kesehatan masyarakat,” ujar Wali Kota.

Selain sebagai fasilitas pelayanan, Wali Kota juga berharap UPD menjadi pusat edukasi dan penggerak budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah, PMI, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi untuk bersinergi menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas.

Wali Kota juga mengungkapkan komitmen lebih luas dalam membenahi pelayanan kesehatan di RSUD Kota Kendari. Ia menyadari masih banyak kekurangan fasilitas, dan berjanji akan terus melengkapinya sesuai kebutuhan medis dan masyarakat, bukan sekadar keinginan pejabat.

“Kami mencatat setiap tahun ada sekitar 8.000 hingga 9.000 pasien yang terpaksa ditolak karena keterbatasan fasilitas. Ini tidak boleh terus berlanjut. Kami akan membongkar gedung yang tidak terpakai, merehabilitasi, dan menambah ruang rawat inap serta fasilitas lain. Tahun 2026 ini akan ada penambahan tiga fasilitas kesehatan baru lagi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh rumah sakit di wilayah Sulawesi Tenggara untuk bersaing dalam kebaikan dan bersinergi, agar warga tidak lagi harus dirujuk keluar daerah demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kami berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan yang mengelola UPD ini untuk selalu bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan pasien, dan menjunjung tinggi etika pelayanan. Mari kita wujudkan Kota Kendari semakin maju dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,” pungkas Wali Kota Siska Karina Imran.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait