Kendari, Sultrademo.co – Menyambut libur nataru (Natal dan Tahun Baru), Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kendari memastikan kesiapan sejumlah destinasi wisata unggulan, khususnya Pantai Nambo, agar siap menerima lonjakan pengunjung dengan pelayanan maksimal, aman, dan nyaman.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari, Hermawaty menyampaikan, pihaknya telah menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan, mulai dari penempatan petugas retribusi, keamanan, hingga kebersihan kawasan wisata. Petugas akan disiagakan secara bergantian setiap hari, dengan penambahan personel khusus pada puncak kunjungan 24 Desember hingga 1 Januari.
“Pada tanggal 24 sampai 1 Januari, petugas akan kami tambah dan dibagi dalam beberapa shift karena biasanya terjadi lonjakan pengunjung,” ujarnya, Selasa, (16/12/2025).
Dispar Kendari juga menjalin koordinasi lintas instansi, di antaranya Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, serta Dinas Kominfo yang telah memasang CCTV untuk memantau arus lalu lintas menuju kawasan wisata.
Selain kesiapan petugas, Dispar menekankan pentingnya kebersihan destinasi. Para pedagang di kawasan wisata turut diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan pengunjung.
“Destinasi yang bersih pasti ramai. Itu yang terus kami tekankan,” katanya.
Sebagai bentuk pelayanan, Dispar Kendari kembali memastikan program gratis gazebo tetap berjalan. Pengunjung hanya membayar retribusi satu kali dan sudah bisa menikmati fasilitas gazebo serta ketersediaan air bersih. Pihak pengelola juga memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi bersih dan layak pakai.
Tak hanya itu, menjelang Tahun Baru, Dispar Kendari juga akan menggelar Festival Ekonomi Kreatif yang melibatkan pelaku UMKM. Stand-stand akan disediakan agar pengunjung dapat menikmati beragam jajanan dan kuliner lokal.
Selain Pantai Nambo, sejumlah destinasi lain seperti Kebun Raya Kendari, Anjungan Teluk Kendari, Papalimba, hingga Wisata Baru Pinisi Kendari juga menjadi perhatian. Seluruh pengelola diminta menjaga komunikasi dan kesiapan sesuai arahan pimpinan daerah.
“Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah prioritas karena efeknya sangat besar. Kalau pariwisata hidup, ekonomi kreatif hidup, hotel dan transportasi juga ikut bergerak,” pungkasnya.








