BUTON TENGAH SULTRA DEMO. CO – Penggunaan pasir buteng oleh PT. Aurellina saat pengerjaan pembangunan talud jalan SP 3 Lombe-Mawasangka 2, tepatnya di desa Morikana, Mawasangka Tengah (Masteng) akan dihentikan.
Hal itu menyusul teguran dari Kadis PU Buteng, Aminuddin. Saat dihubungi lewat sambungan telepon selulernya, Aminuddin menuturkan telah memberikan ultimatum pada pihak kontraktor untuk tidak menggunakan pasir Buteng dalam pengerjaan talud lagi.
Jika masih ditemukan, ia tidak segan untuk memberi sanksi berat pada pihak kontraktor
“Semalam saya langsung ke desa Morikana untuk menyampaikan. kalau mereka tidak patuh saya katakan untuk siap siap kena sanksi,” kata Aminuddin.
Dikonfirmasi terpisah, LJ selaku pelaksana lapangan PT. Aurellia saat ditemui di lokasi pekerjaan mengaku telah menghentikan penggunaan pasir dimaksud.
“Iya kami sudah hentikan mi pake pasir dari Balobone,” ujar LJ, saat dikonfirmasi, Jumat (09/07).
Penghentian itu, lanjutnya, disebabkan oleh permintaan kepala dinas PU Buteng, Aminuddin, karena dianggap melawan surat edaran Bupati.
Sehingga, bagi kontraktor yang tidak mengikuti arahan tersebut dipastikan akan menanggung akibat yang tidak kecil.
“Pak kadis sudah sampaikan, kami sudah janji untuk tidak memakainya lagi dari pada kami kena sanksi, “katanya.
Ditanya mengapa kontraktor memilih menggunakan pasir Buteng dibanding menggunakan pasir dari luar, Ia mengatakan jika pasir yang digunakan saat ini sangat halus.
“Pasir kali dari Lakorua itu pasir milik LG (inisial) halus jadi kami ambil dari Buteng kemudian dicampur biar tidak terlalu halus,” ungkapnya.
Olehnya itu, untuk menyiasati kekurangan pasir Ia berencana akan memesan pasir dari luar Buteng meski harganya terbilang mahal.
“Ya mau diapa, jadi dalam waktu dekat kita akan pesan pasir dari luar seperti di Muna barat dengan pasir yang ada di Lakorua,” tandasnya.
Diketahui, kegiatan pembangunan jalan sp 3 Lombe- Mawasangka 2 pelaksananya dikerjakan oleh PT Aurellia menggunakan konsultan pengawas CV. Karya Cipta Mandiri dengan volume pekerjaan lebih kurang 6000 dengan anggaran sebesar Rp 22.721.701.000.
Laporan : Irfan’s

















