SMKN 2 Kendari Uji Coba Skema Penerapan New Normal di Sekolah

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengkaji skema kegiatan belajar mengajar siswa sekolah sesuai penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar siswa tetap dapat berjalan menuju penerapan aturan new normal atau normal baru di lingkungan pendidikan atau sekolah.

Kepala Sekolah SMKN 2 Kendari, Muh. Syarif Gamoro, ST mengatakan, siswa dihadirkan ke sekolah untuk latihan implementasi sekolah new normal. Kegiatan tersebut merupakan awal dari skema penilaian dengan adanya penerapan pembelakuan tatanan kebiasaan kehidupan baru di ruang lingkup belajar.

Bacaan Lainnya

“Kali ini kami laksanakan bukan di dalam satu ruangan. Kita ajarkan siswa di ruang lingkup terbuka, sebab harus dilakukan uji coba penerapan new normal, pertama masuk sekolah di ruang terbuka dan kami melakukan analisis penilaian,” Jelas Muh. Syarif Gamoro, ditemui awak Sultrademo.co, Rabu, (15/7/2020).

Hal ini dilakukan, Muh. Syarif Gamoro sebagai upaya implementasi menuju penerapan new normal di SMKN 2 Kendari.

“Setidaknya sekolah bisa simulasi pada satu hari itu ada pengalaman mengelola orang banyak, sesuai protokol kesehatan seperti kontrol masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Muh. Syarif Gamoro menjelaskan skema new normal di setiap sekolah akan diterapkan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik masing-masing. Untuk itu, pihaknya masih mengkaji alternatif yang akan diterapkan, misalnya sistem shift atau pembagian hari terkait jadwal masuk anak-anak sekolah.

“Kondisi setiap sekolah berbeda-beda. Ada sekolah yang punya siswa banyak dan ada juga yang sedikit. Tergantung kemampuan sekolahnya. Apa mau sistem shift, atau selang-seling ganti hari nanti tergantung sekolahnya masing-masing,” jelasnya.

Pihak SMKN 2 Kendari saat ini hanya menghadirkan 2 Rombongan Belajar (Rombel) dalam satu rombel terhitung 36 orang.

“Kita berlakukan penerapan simulasi 2 Rombongan belajar, dengan total 72 siswa. Kali ini persiapan penerapannya guna beradaptasi di wilayah taman sekolah dan sekelilingnya,” Pungkasnya.

 

Laporan : Ilfa

Pos terkait