Buton Tengah, Sultrademo.co – Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Mawasangka (SDN 1 Mawasangka) Buton Tengah (Buteng) Halsin berharap agar orang orang tua siswa maupun siswi yang telah berumur 7 sampai 11 tahun tak takut dengan vaksin yang di berikan kepada anak mereka. Hal ini diungkapkan Halsin kala menggelar sosialisasi vaksinasi Covid-19 kepada para orang tua siswa di sekolahnya tersebut, Sabtu (22/1/2022).
Sebelumnya kegiatan sosialisasi ini sudah dilakukan berdasarkan surat masuk dari kantor sekretariat daerah bernomor 005/085 tahun 2022.
Surat tersebut lahir dari rapat sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang dipimpin oleh Sekda dan turut dihadiri oleh sejumlah kepala OPD seperti kadis pendidikan dan kebudayaan, kadis kesehatan dan unsur TNI/Polri.
“Sosialisasi ini tindaklanjut dari rapat yang dihadiri oleh bapak Sekda, bapak Wakapolres bersama kepala dinas pada tanggal 20 Januari lalu,” ucap Halsin, saat membuka rapat sosialisasi bersama orang tua siswa.
Dalam perjalanannya, lanjut, sosialisasi vaksin yang digelar tidak hanya dilakukan oleh SDN 1 Mawasangka saja, tetapi hampir diseluruh sekolah yang ada di Buteng khususnya di satuan pendidikan sekolah dasar.
Melalui kesempatan itu Ia berharap agar para orang tua siswa mau mengikutsertakan anaknya yang telah menginjak usia 7 hingga 11 tahun dalam program nasional tersebut.
“Sebagai orang tua saya kira kita tidak perlu takut karena dosis yang diberikan tentunya akan berbeda dengan orang dewasa. Vaksin ini penting karena boleh dibilang sebagai imun untuk menangkal Covid-19, jadi ini sangat baik,” katanya.
Olehnya itu, bagi orang tua yang menginginkan anaknya menerima vaksin agar melakukan pendampingan dengan membawa kartu keluarga atau kopian kartu identitas (KTP).
“Kehadiran orang tua akan membantu mengkonsultasikan kesehatan anaknya saat menerima vaksin. Kalau anaknya sakit tentu tidak akan diberikan,” ungkapnya.
Sementara itu, kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdullah, saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media usai rapat bersama orang tua siswa melalui saluran telepon ia membenarkan adanya sosialisasi vaksin di satuan pendidikan sekolah dasar.
Hal itu dilaksanakan agar bisa mendongkrak angka partisipasi vaksin di Buteng yang saat ini masih terbilang rendah (57,11%). Dalam sosialisasi dilakukan, kata Abdullah, pihak sekolah tidak boleh memaksakan orang tua kepada anak untuk menerima vaksin.
“Hanya disampaikan kepada para orang tua akan pentingnya vaksin terhadap anak. Karena itu adalah kebutuhan supaya anak-anak kita sehat,” katanya.
Sementara itu lanjutnya untuk siswa yang tidak mengikuti vaksinasi ia memastikan tetap bisa bersekolah.
“Tetap bisa bersekolah, hanya kita memberikan pahaman untuk vaksin ini.”
Kemudian juga Kata Kadis Pendidikan ia juga memastikan tidak akan menahan bantuan kepada siswa.
“Ada yang sarankan untuk tahan bantuan siswa seperti PIP (program Indonesia Pintar) tapi saya tidak mau. Intinya kita berikan pemahaman kepada orang tua siswa dan siswi agar anaknya mau di vaksin,” tutup Abdullah.
Laporan : Irfan’s
 






