Sultra Dapat Bantuan 100 APD, ODP Covid-19 Capai 982 Orang

Kendari, Sultrademo.co – Gugus Tugas Percepatan penanganan Darurat Kejadian Bencana non Alam Virus Corona (Covid-19) Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) menyampaikan provinsi Sultra mendapatkan 100 set bantuan Alat Perlidungan Diri (APD) lengkap.

Bacaan Lainnya
 
 
 

Demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) COVID-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal.

“APD-nya sudah masuk, sedangkan rapid test virus corona akan dikirim hari ini,” kata Rabiul Awal yg akrab dipanggil Wayong saat menggelar konferensi pers terkait data terbaru kasus covid-19 di Posko Gugus Tugas di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sultra pada senin malam (23/3)

Bagi tenaga medis yang menangani pasien virus corona. Ada 50 APD diberikan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan 50 APD untuk RSUD Bahteramas Kendari

Selain itu, ia mengungkapkan, hasil komunikasi dengan Jubir Covid-19 nasional bahwa Sultra kebagian alat tersebut, dan Insya Allah dikirim hari ini.

Mengenai jumlahnya dan kapan alat tersebut sampai di Sultra belum dapat dipastikan. Rabiul hanya menegaskan bahwa Sultra kebagian alat tersebut dengan melihat kondisi peningkatan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona begitu siginifikan.

Ketua Ikatan Dokter Indinesia ( IDI) itu menjelaskan Rapid test corona adalah metode tes yang dilakukan secara massal untuk melakukan tes virus corona (COVID-19) di dalam tubuh seseorang.

“Metode rapid test sendiri adalah cara yang ditiru pemerintah Indonesia dari Korea Selatan,”kata dia

Rabiul awal menyampaikan total ODP kasus COVID-19 di Provinsi Sultra mencapai 982 orang.

“Penyebaran ini tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Dari total tersebut ada 15 orang Pasien Dalam Pemantuan (PDP). Sementara untuk pasien yang dinyatakan positif di Kota Kendari 1 orang dan Konawe 2 orang,”pungkasnya

Ilfa

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait