Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran DIROSA IX yang digelar oleh Wahda Islamiyah Kendari sebagai upaya nyata dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Kendari, Adriana Musaruddin, saat membuka kegiatan yang berlangsung di Hotel Qubah 9 Kendari, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh para alim ulama, asatidzah, pengurus Muslimah Wahda Islamiyah Kendari, serta para peserta program DIROSA. Suasana tasyakuran berlangsung khidmat sebagai wujud rasa syukur atas terselenggaranya program pendidikan Al-Qur’an yang telah memasuki angkatan ke-IX.
Dalam sambutannya, Adriana Musaruddin menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Ia juga menyampaikan salam dan penghormatan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para ulama dan pendidik Al-Qur’an yang konsisten dalam pembinaan umat.
Atas nama Pemerintah Kota Kendari, Adriana memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Unit Pengembangan dan Pendidikan Dasar Al-Qur’an Muslimah Wahda Islamiyah Kendari atas dedikasinya dalam menyelenggarakan program DIROSA.
“Tasyakuran DIROSA bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, ” kata Adriana.
Ia menilai tema kegiatan, “Menggapai Hidup Penuh Berkah dengan Cahaya Al-Qur’an”, sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks, Al-Qur’an hadir sebagai sumber cahaya, penenang jiwa, serta penuntun arah kehidupan.
Melalui program DIROSA, lanjut Adriana, para peserta tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diajak untuk memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Ia juga menegaskan peran strategis kaum ibu dan muslimah dalam membangun generasi Qur’ani. Dari keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an, akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjadi penerus bangsa yang membanggakan.








