Terkait “Istri” KA KAMMI Sultra Minta Walikota Kendari Perhatikan Empat Hal ini

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO. COM-Meski terhitung terlambat, Keluarga Alumni Kesatun Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Ka KAMMI) Sultra akhirnya turut merespon gejolak pemilihan pendamping Walikota Kendari yang tak kunjung rampung.

Dalam acara diskursus intelektual bertajuk “Quo Vadis Wakil Walikota Kendari” yang dihadiri oleh pengurus Ka KAMMI serta 10 perwakilan media dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sultra. Sedikitnya ada empat point kriteria calon “Istri” Sulkarnain yang diusulkan menjadi syarat moral dan perlu dipertimbangkan Ketua DPC PKS Kendari itu dalam menentukan pendampingnya.

Bacaan Lainnya

Seperti diuraikan Arwa, salah seorang Pengurus Ka KAMMI Sultra, empat point itu antara lain, pertama, bertaqwa kepada tuhan yang maha kuasa. Kedua memiliki sikap leadership seperti dalam makna tiga semboyan pendidikan, Ing Ngarso Sung Tuladha, (di depan menjadi teladan), Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun semangat), Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan).

Ketiga, memiliki ketajaman analisis dalam menyelesakan permasalahan Kota Kendari. Keempat terbebas dan mampu mewujudkan pemerintahan bersih dari Kolusi, Nepotisme dan Korupsi (KKN).

“Meski ini hanya sekedar saran dan pada akhirnya ini menjadi wilayah partai koalisi dan DPRD nantinya untuk menetapkan, tapi setidaknya sebagai bagian dari kepedulian kita terhadap kota bertaqwa ini kami merespon dan memberikan suport kepada pak wali supaya teliti dalam menentukan wakil, tidak tergantung pada kepentingan identitas,  kelompok,  tapi benar-benar profesional,  siapapun itu wakilnya asal layak,” kata Arwah usai membacakan empat simpul dari diskusi itu, Selasa, 28/5 di sekretariat Ka KAMMI, Jalan Tunggala, Kota Kendari.

Diakhir diskusi, Ketua SMSI Sultra, Gugus Suryaman menambahkan, sebagai perwakilan media, pihaknya menyarankan supaya wakil walikota nanti benar-benar benar profesional dan terlepas dari segala tendensi dari manapun.

“Kami menyarankan agar dalam memilih wakil pak Sul benar-benar profesional dan terlepas dari tendensi jasa, sebab kita tahu jadinya pak Sulkarnain itu karena pak asrun. Hanya saja kita juga perlu menyadari bahwa terlepas dari itu, membangun Kota Kendari ini mesti orang yang mengerti, dan jelih dalam melirik permasalahan kota, misinya juga harus membangun Kota Kendari, dan bukan membangun Keluarga Asrun, bukan membangun keluarga PKS, bukan juga membangun PAN akan tetapi membangun Kota Kendari,” tandasnya.

Laporan : AK

  • Whatsapp

Pos terkait