Terobos Lahan Warga, Masyarakat Andowia Turunkan Alat Berat KSO MTT

Konawe Utara, sultrademo.co– Puluhan masyarakat Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (Konut) Kembali melakukan pengledahan perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi di blok Mandiodo wilayah Kecamatan Molawe tepatnya di konsesi IUP PT. Antam Tbk pada eks IPPKH KMS 27. Sabtu, 16/04/2022

Puluhan alat berat berupa Exavator, doser dan walos serta alat berat lainya berhasil dicekal dan diturunkan yang kedua kalinya oleh masyarakat Kecamatan Andowia meski sebelumnya masyarakat tersebut berhasil menurunkan sebanyak 70 alat berat belum lama ini namun pihak KSO MTT kembali berulah dan menaikan kembali di lahan produksi untuk beraktifitas

Bacaan Lainnya
 

Pasalnya warga kesal terhadap aktifitas perusahaan pertambangan yang tergabung dalam KSO MTT itu yang di motori saudara Basman alias Basmanto yang telah menerobos lahan masyarakat Andowia, serta telah menerobos tapal batas wilayah antara Kecamatan Molawe dan Kecamatan Andowia di ketahui sekitar 40 HA pada wilaya Kecamatan Andowia

“Penyerobotan lahan masyarakat Kec. Andowia oleh KSO MTT kerja sama PT. LAM yang di motori saudara basman berujung sengketa tapal batas wilayah Kec.Andowia dan Kec. Molawe yang berakibat bentroknya antara pihak perusahaan dan masyarkat kecamatan andowia sehingga masyarakat kembali menurunkan yang ke dua kali nya  alat berat yg sedang beroprasi  berupa puluhan eksavator, dozer ,walos dan alat berat lainya yang beraktifias di wilayah kecamatan andowia IUP PT.Antam eks KMS 27 yang merupakan wilayah kawasan hutan, pihak perusahaan KSO MTT”, Ungkap Muh. Riski, S.H pada media sultrademo.co yang merupakan Salah satu perwakilan masyarakat Kec. Andowia

“Padahal lokasi penambangan KSO MTT kerja sama PT. LAM Yang di motori saudara Basman di wilayah IUP PT.Antam eks PT.KMS 27 merupakan wilayah sah Desa Puusuli, Puuwonua dan Kelurahan Andowia Kecamatan Andowia secara admistrasi” tambahnya

Terahir, Rizky mengungkapkan perusahaan yang hadir seharunya tidak bisa merubah batas wilayah yang telah ada dan ditetapkan, justru perusahan dapat di koreksi oleh pemerintah setempat apa bila terjadi kesalahan admistrasi seperti yg di lakukan di masa lalu oleh PT. KMS 27.

Pada pertikaian tersebut, Basman alias Basmanto mengklaim Jika wilayah yg merupakan tempat beraktiftas pertambangan adalah merupakan wilayah mandiodo kecamatan molawe  berdasarkan alamat IUP PT.KMS 27, yang notabenenya perusahan tumpang tindih dengan PT. ANTAM, yang hari ini sudah tidak beroperasi lagi karna dianggap cacat secara hukum .

Sementara itu Camat Andowia Hasrat Hasan membeberkan bahwa Berdasarkan peta kecamatan titik tapal batas wilayah kecamatan molawe dan Andowia terletak di Alaa Emea (sungai ema) dan Alla watubangga (sungai perahu batu) itu kemudian menjadi rujukan batas wilayah antara Kecamatan Andowia dan Kecamatan Molawe

Ditempat yang sama Kapolres Konawe Utara AKBP. Achmad Fatull Ulum, S.I.K Turun membersamai sejumlah masyarakat untuk menjadi penengah pada persoalan yang ada

Dikatakan Kapolres Konut Bahwa Pada Hari Senin, 18/04/2022 Pihaknya bersama masyarakat akan berkordinasi oleh Bupati Konawe Utara Terkait Sengketa tapal batas yang ada di dua kecamatan itu agar segera menetapkan secara administrasi

Selain itu Kapolres Konawe Utara Juga akan melakukan pendalam dan penyelidikan terkait pertambangan yang sedang berlangsung di wilayah IUP PT. Antam tbk pada eks IPPKH KMS27
degan melihat keabsahan secara hukum dan apabila terbukti tidak memiliki legalitas yang sah maka Aktifitas yang terjadi pada wilayah itu segera akan di hentikan. Di ketahui hasil dari penyelidikan itu akan di sampaikan pada tanggal 18/04/2022

“Untuk itu saya mengajak pada semua pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif Jagan ada pertikaian yang menimbulkan pertumpahan dara” Harap Kapolres

Laporan: Supriyadin Tungga

 

Pos terkait