Tolak Pinjaman PEN, Ratusan Masyarakat Geruduk Kantor Bupati Konsel

Andoolo- Kantor Bupati Konsel Digeruduk ratusan masyarakat dari berbagai penjuru kecamatan.

Kedatangan ratusan tuan Konsel tersebut merupakan kali kedua menuntut Bupati Konsel, Surunuddin Dangga tidak memaksakan kehendak menggadaikan APBD Konsel terhadap PT. SMI.

Bacaan Lainnya

Kordinator Aksi, Tungga jaya mengatakan, rencana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Pemda senilai Rp251.5 M merupakan bencana besar bagi Konawe Selatan.

Pasalnya, sumber pengembaliannya akan diambil dari dana alokasi umum.

Sementara, tambah dia, DAU Konsel saat ini, jangankan membiayai utang, untuk membiayai gaji, honor, dan lain lain masih terus mengalami keterlambatan dan pemotongan.

“Ini bunuh diri namanya, kita punya DAU tidak cukup tapi dipaksakan mengutang,” katanya dihadapan masa aksi dan perwakilan Pemda Konsel.

Ditempat sama, Ketua Kerukunan dan Solidaritas Masyarakat Membangun Daerah Kabupaten Konsel, Aliyadin Koteo mengemukakan, bahwa pada prinsipnya pihaknya tidak mencekal Pemda untuk melakukan progres pembangunan, termasuk mengutang.

Akan tetapi, mesti diperhatikan kemampuan daerah, peluang dan tantangan, serta hal lain yang berkaitan dengan kajian keuntungan.

“Kalaupun harus mengutang maka harus siap mengembalikan, artinya jika mengutang adalah solusi maka silahkan, tapi ini Pemda mau mengutang bangun jalan, tapi akan beresiko pada Gaji pegawai, honor outsorsing, honor aparat desa dan lainnya,”sahutnya.

Kata Wartawan senior itu, pihaknya telah melakukan tela’a akademis, bahwa Pemda Konsel mengutang bukan dalam rangka pemulihan ekonomi, tapi dalam rangka membebani daerah.

“Apa hubungannya dana PEN dengan Aspal jalan, Bupati ini mau mengutang karena mau bangun proyek jalan. Itu jalan tidak memasok PAD, tidak menstabilkan ekonomi, covid ini masih banyak di Konsel, jadi kami menilai ini hanya akal-akalan,”tutupnya.

 

 

Pos terkait