TPID Kota Kendari Perkuat Langkah Antisipasi Inflasi Jelang Ramadan 2026

Ketgam : Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi dan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Kendari, Sultrademo.co – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi dan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai langkah awal memperkuat pengendalian harga di tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Senin (5/1/2026), dan diikuti oleh Asisten II Setda Kota Kendari serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Bacaan Lainnya
 

Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, menyampaikan bahwa capaian inflasi Kota Kendari sepanjang tahun 2025 yang stabil dan moderat menjadi modal penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ia mengapresiasi pemaparan Kepala BPS Kota Kendari terkait rilis inflasi Desember 2025 yang menunjukkan kondisi inflasi masih dalam batas terkendali.

Namun demikian, Nismawati mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi tekanan harga di awal tahun, terutama menjelang bulan Ramadan yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.

Menurutnya, meskipun Januari sering kali diwarnai deflasi, kenaikan harga sekecil apa pun tetap berpotensi memengaruhi inflasi tahunan jika tidak diantisipasi secara serius.

“Pemantauan harga harus dilakukan secara rutin sebelum memasuki bulan puasa, khususnya oleh perangkat daerah yang memiliki tugas pengawasan harga. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan harga stabil, termasuk melalui operasi pasar agar tidak terjadi lonjakan akibat spekulasi,” tegas Nismawati.

Dalam rapat tersebut, Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy, memaparkan bahwa inflasi year on year (y-on-y) Kota Kendari pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,96 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, transportasi, pendidikan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) pada Desember 2025 masing-masing tercatat sebesar 0,26 persen.

” Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, seperti pakaian dan alas kaki serta perlengkapan rumah tangga, ” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menambahkan bahwa Kota Kendari saat ini menempati peringkat nasional dalam penyediaan kios pangan sebagai upaya mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap komoditas strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam yang kerap memicu inflasi.

Selain itu, Abdul Rauf mendorong pemanfaatan lahan tidur dan inovasi sektor pangan di Kota Kendari sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait