Kendari, Sultrademo.co – Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menyusun peta jalan pemilihan rektor definitif pasca-wafatnya Rektor Prof Armid pada Agustus lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO Dr. Herman menargetkan tahapan pemilihan dapat dimulai pada Februari atau Maret 2026 dengan fokus awal pembenahan anggota senat universitas.
Langkah percepatan ini diambil setelah jabatan rektor definitif kosong. Prof Armid meninggal dunia pada Sabtu (24/8/2025), hanya 23 hari setelah dilantik. Dr. Herman kemudian ditunjuk sebagai pelaksana tugas pada 25 Agustus 2025 untuk mengisi kekosongan dan mempersiapkan pemilihan pemimpin baru.
Dr. Herman menjelaskan, mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017, seorang pelaksana tugas memiliki mandat paling lama satu tahun untuk memproses pemilihan rektor definitif.
”Tafsirnya adalah dalam masa satu tahun itu saya harus mempersiapkan semuanya. Jika mengacu pada aturan, lima bulan sebelum masa tugas berakhir, proses sudah harus berjalan. Jadi, estimasinya sekitar Februari atau Maret 2026 tahapan sudah dimulai,” ujar Herman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025).
Meski jadwal sudah diproyeksikan, Dr. Herman menegaskan belum akan membentuk panitia pemilihan dalam waktu dekat. Ia memilih memprioritaskan pembenahan internal, khususnya terkait status dan keanggotaan senat universitas. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi agar tidak muncul sengketa di tengah jalan.
Menurut Dr. Herman, pengalaman pada pemilihan-pemilihan sebelumnya menunjukkan kerawanan gugatan sering kali muncul akibat ketidakjelasan status pemilih atau anggota senat saat proses sudah berjalan.
”Saya berencana menggelar rapat senat terbuka untuk membahas tuntas keanggotaan senat. Saya ingin persoalan ini selesai (clear) di awal. Jangan sampai saat tahapan sudah berjalan, baru muncul protes terhadap hal-hal yang sebenarnya sudah diputuskan. Kami ingin memitigasi agar tidak ada lagi persoalan dengan 48 anggota senat tersebut,” katanya menegaskan.
Di tengah persiapan tersebut, Dr. Herman menyatakan belum berniat untuk mencalonkan diri sebagai rektor definitif. Ia menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga kondusivitas kampus dan memastikan suksesi kepemimpinan berjalan tanpa gejolak.
Dr. Herman menyadari posisi pelaksana tugas kerap disorot terkait netralitas. Oleh karena itu, ia berkomitmen menempatkan kepentingan institusi di atas ambisi pribadi.
”Sampai saat ini saya belum berpikir untuk maju. Fokus saya adalah mengawal proses pemilihan rektor ini agar aman, lancar, dan kondusif. Bahkan, jika demi menjaga kondusivitas dan netralitas saya dituntut untuk tidak maju, saya lebih memilih opsi itu,” ucap Herman.
Saat ini, pihak rektorat masih berfokus membenahi administrasi senat sebelum secara resmi mengumumkan pembentukan panitia seleksi rektor pada tahun depan.
Laporan: Muhammad Sulhijah








