Konawe, Sultrademo.co – Sebanyak 11 orang rombongan pengunjung yang berenang di pantai Batu Gong, Kecatamatan Lalonggasumeeto tenggelam karena terseret arus gelombang, Minggu (11/7).
Satu korban yang tewas merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) angkatan 2019 bernama Muh. Fairuz Nisam.
Kejadian naas yang menimpa Muh. Fairuz Nasam tersebut diduga akibat mengikuti ujian praktik atletik di Pantai Batu Gong.
Dekan FKIP UHO, Jamiluddin, membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia menegaskan bahwa, kegiatan yang memakan korban tersebut, diluar pengetahuan pihak institusi kampus.
“Pihak kampus tidak pernah memberikan izin untuk pelaksanaan kegiatan ke luar kampus. Mulai dari Kebijakan Rektor sampai dengan dekan tidak boleh ada kuliah tatap muka di masa pandemi saat ini,” tandas Jamiluddin saat diwawancarai via telpon.
“Saya dengar itu katanya ujian. Tapi itu tidak boleh, dan dosen itu tanpa izin,” tambahnya.
Jamaluddin menjelaskan, ia juga telah menanyakan kepada Ketua Jurusan Penjaskesrek dan pihaknya membantah telah memberikan izin pelaksanaan kegiatan di luar area kampus.
“Saya tanya ketua jurusan, juga tidak ada izin dari ketua jurusan,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, UHO masih melaksanakan proses belajar mengajar secara online. Akibat kelalaian tersebut, maka yang bertanggung jawab adalah oknum dosen yang bersangkutan.
“Yang sudah ditau baru satu orang, yang satunya masih proses pencarian,” katanya.
Sementara Kapolsek Lalonggasumeeto, Iptu Kartini Suryaningsih mengatakan, korban Muh. Fairuz Nisam sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Korem Kendari bersama 8 orang korban selamat lainnya, namun nyawa korban tidak terselamatkan.
“Informasi awal dari warga sebelumnya, korban yang mengalami kecelakaan laut adalah mahasiswa FKIP UHO yang sedang melakukan kegiatan bina akrab di pintu 2 pantai Batu Gong,” jelasnya
Ia melanjutkan, mahasiswa UHO yang berada di pintu 2 pantai Batu Gong, kemudian turun ke laut untuk berenang dengan kondisi laut yang berombak kurang lebih 2 meter.
“Selanjutnya, korban hanyut terbawa ombak bersama rekannya. Warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung mengambil langkah untuk menolong, namun sampai saat ini warga yang menolong belum ditemukan,” tukasnya.
Adapun data 2 orang korban yg masih dalam pencarian tim Basarnas Kendari adalah Robin, berjenis kelamin laki-laki, dengan status Mahasiswa, dan Muh. Akhir berjenis kelamin Laki-laki yang merupakan warga Batu Gong.
Penulis : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK






