Umar Bonte Sebut Masihu Kamaluddin Lukai Partai Politik

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Menyikapi pernyataan Masihu Kamaluddin yang menyoroti perolehan Parpol pendukung yang berhasil merapat ke Asrun-Hugua, nampaknya memancing reaksi dari seorang politisi muda di Sultra.

Selaku kader nasional PDIP, Umar Bonte mengaku sangat menyayangkan sikap seorang akademisi dan politisi senior yang membuat pernyataan tidak tepat dan melukai roh partai politik, lebih penting lagi terkesan tidak menghargai proses demokrasi.

Bacaan Lainnya

Dikatakan UB, sapaan akrab Umar Bonte, pernyataan Masihu Kamaluddin yang menyebut bahwa Asrun Hugua memborong partai merupakan sikap demokrasi yang tidak sehat dinilai Anggota DPRD Kendari ini tidak mencerminkan sikap profesor. Bagaimana tidak, Asrun Hugua yang berhasil mengumpulkan partai pendukung dijamin oleh hak konstitusi, disamping itu, lanjut Ketua KNPI Sultra ini, lahirnya Asrun dan Hugua karena adanya Parpol, dan setiap Parpol dipastikan memiliki penilaian dan pertimbangan matang untuk menentukan sikap politiknya berdasarkan aturan berdemokrasi.

Dengan kata lain, di mata Parpol yang sudah merapat ke Asrun-Hugua, kedua mantan walikota dan bupati dua periode itu sangat layak dan tepat untuk diusung.

“Kalau Masihu Kamaluddin bilang begitu, berarti Parpol yang mengusung Asrun-Hugua asal-asalan, atau mereka melanggar hak-hak demokrasi, ini kan pernyataan yang tidak semestinya keluar dari seorang profesor, lagi pula Asrun-Hugua diusung banyak Parpol karena sudah terbukti bahwa mereka masing-masing dua periode berhasil memimpin dan layak diperjuangkan oleh Parpol yang memiliki cita-cita pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Olehnya, lanjut Ketua Pertina Sultra ini, ada baiknya Masihu Kamaluddin menarik pernyataan keliruhnya, apalagi, tambah dia, Masihu Kamaluddin adalah bakal calon gubernur juga.

“Tidak usahlah pak Prof sensi, sama saja tidak menghargai demokrasi, kalau dia lebih layak dan paling tau demokrasi bersih kenapa belum ada satupun parpol yang memberikan SK atau rekomendasi ke dia, tidak usah juga sebut-sebut Partai Gerindra sudah mendukungnya, tunjukan saja sekarang biar wibawah seorang politisi sekaligus akademisi senior tidak tercemari oleh dirinya sendiri,” tandasnya.

Pos terkait