Muna, Sultrademo.co –Pesta demokrasi pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Muna telah usai terlaksana pada Kamis 24 November 2022 kemarin. Namun dalam pemilihan tersebut banyak Desa yang menyedot perhatian publik, salah satunya di Desa Napalakura Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Betapa tidak, desa yang terdiri dari empat kandidat calon, salah satunya adalah mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Napalakura.
Ialah Sunarti, kandidat nomor urut tiga itu berhasil merebut kursi singgasana Desa Napalakura. Dia terpilih setelah Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) di desanya mengumumkan namanya sebagai pemilik suara terbanyak.
Kandidat nomor urut tiga itu sukses meraih kemenangan tipis, dengan selisih 3 suara atas lawannya, Abdul Wahab, lewat pertarungan sengit pada Kamis 24 kemarin. Sunarti terpilih kembali setelah mengambalikan dana Bantuan Lansung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) tahap 1 dan 2 yang tidak sempat di cairkan sebelumnya.
Lawannya, Abdul Wahab, mengaku telah menerima kekalahan dalam pertarungan memperebutkan singgasana desa itu.
“Menang dan kalah dalam sebuah pertarungan adalah hal biasa, dan saya telah menerima kekalahan, tidak boleh kita sesali,” kata Abdul Wahab kepada wartawan, Jum’at 25 November 2022.
Meski begitu, Wahab juga menyampaikan terimakasih kepada para pendukungnya, terlebih belakangan ini yang sudah banyak berkorban waktu dan material untuknya.
“Terimakasih kepada masyarakat desa, khususnya penduduk saya karena sudah rela berjuang mengorbankan waktu dan materi untuk saya, jangan bersedih hati. Mungkin hari ini bukan rezeki kita, tapi in syaa Allah, Tuhan akan selalu bersama orang-oranh yang jujur,” ungkap salah satu Cakades yang ikut memeperbutkan kursi 01 napalakura itu.
Menurut Wahab, kemenangan yang diraih Sunarti, merupakan keputusan dari masyarakat Desa, olehnya itu dia berharap agar mantan Pj Kades itu dapat membawa Desanya kearah yang lebih baik, bukan justru memperkaya diri sendiri.
“Saya juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada ibu Pj yang terpilih jadi Kades. Yang perlu diingat, dalam memimpin itu yang harus di perhatikan adalah rakyat, tidak boleh memperkaya diri sendiri,” ujarnya.
Sementara, salah satu warga desa Napalakura tidak menyangka kalau Pj Kadesnya akan terpilih dalam Pilkades. “Saya kaget kalau dia yang terpilih, saya sangat menyayangkan kita di kalahkan dengan pendatang, dan tidak punya basis keluarga di Desa Napalakura. Tentu ini akan menjadi pelajaran buat kita semua khususnya masyarakat Desa Napalakura,” ujarnya.
“Saya juga menyangkan kepada mantan Pj Kades Napalakura yang membagikan tower kepada masyarakat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan masyarakat. Mungkin itu adalah salah satu caranya agar menang, apalagi sebelumnya dia pernah diduga menggelapkan BLT-DD sebesar Rp 129 Juta, tapi karena di desak akhirnya dikembalikan, semoga jabatan ini tidak disalah gunakan lagi,” jelas salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya ini.
Laporan : Pitra






