Vaksinasi Alihkan Level PPKM, Wali Kota Siap Kaji Relaksasi Terkait PPKM Level 2

Ketgam : Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Kendari, Selasa (21/9/2021)

Kendari, Sultrademo.co – Beberapa Kota Besar di ibu Kota kini tengah menata kembali perekonomiannya semenjak dinyatakan daerahnya termasuk dalam kategori zona hijau. Itu artinya daerah tersebut boleh dikatakan bebas dari Covid-19.

Tentu hal tersebut menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah setempat, begitu juga dengan masyarakatnya. Bagi pemda setempat hal itu merupakan suatu keberhasilan dimana apa yang di lakukan dan disosialisasikan kepada masyarakatnya dalam memerangi virus tersebut bukanlah hal yang sia-sia.

Bacaan Lainnya

Kepatuhan masyarakat terhadap aturan dan imbauan pemerintah juga merupakan hal utama yang mendukung sehingga daerahnya bisa masuk dalam kategori aman atau dengan kata lain berada dalam level aman PPKM.

Hal senada juga turut dirasakan di ibu Kota Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kota Kendari. Berkat kerjasama semua pihak baik itu Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat sehingga Kota Kendari kini berada dalam level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Perubahan level tersebut tentunya menjadi berita yang sangat menggembirakan bagi semua pihak tak terkecuali Wali Kota Kendari, H.Sulkarnain Kadir.

“Alhamdulillah ini kabar gembira sekali. Level kita kini sudah level dua,” ungkap Wali Kota beberapa waktu lalu ketika mengetahui Kota Kendari sudah berada di level 2 PPKM.

Katanya, perpindahan level ini disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, faktor utama yang menyebabkan perpindahan tersebut yakni vaksinasi yang jumlahnya telah mencapai angka 55%.

“Kita berharap ini bisa disambut baik oleh masyarakat supaya bisa sampai diangka 70 % karena target minimum herdcomunity kita itu di angka 70 %, kalau kita sudah bisa mencapai angka tersebut itu artinya kita sudah membentuk herdcomunity,” ungkapnya, Selasa, (21/09/21).

Orang nomor satu di Kota Kendari ini berharap, hal ini bisa menjadi dasar bagi Pemkot untuk mengambil kebijakan yang memungkinkan untuk memberi ruang bagi peningkatan ekonomi masyarakat ke depan.

“Kan nda mungkin kita seperti ini terus. Masyarakat juga sudah gelisah, sudah menunggu kira-kira kapan mereka di izinkan untuk bisa melaksanakan aktifitas ekonominya secara fasih,” kata Wali Kota.

Dari perpindahan tersebut, tentu memungkinkan terjadinya relaksasi di beberapa tempat. Salah satu contoh Kebun raya Kota Kendari yang saat ini telah diizinkan kembali untuk beroperasi sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat setempat untuk menikmati hari libur bersama keluarga. Selain itu Pantai Nambo yang beberapa bulan lalu tidak beroprasi sebagaimana biasa karena adanya PPKM, saat ini pemkot Kendari tengah melakukan persiapan untuk kembali membuka pantai tersebut

“Mudah-mudahan ini bisa dijaga oleh masyarakat, agar tidak terjadi lagi gelombang berikutnya. Kita juga berharap ini semua bisa segera berakhir dan kita bisa turun ke level satu,” harap Wali Kota.

Meski demikian Wali kota menyatakan pembukan beberapa tempat objek wisata tentu di barengi dengan kekhawatiran tetapi menurutnya pemerintah harus bisa mengkalkulasikan kondisi yang ada.

“Tentu kita khawatir. Tapi kan tidak mungkin kita khawatir terus. Kan semuanya dalam kalkulasi kita tidak tiba-tiba buka. Ini semua melalui proses melalui hasil analisa. Sebagaimana yang lalu juga kita mengambil kebijakan terkait relaksasi jam operasional dan alhamdulillah kalkulasi kita tidak jauh meleset karena situasinya jauh terkendali makanya hasil hitungan dan analisis kita sudah memungkinkan untuk tempat-tempat tersebut kita buka. Tapi sekali lagi tetap dengan prokes ketat dan jumlah pengunjung yang dibatasi,” jelasnya.

Namun, Selain objek wisata yang akan dibuka dalam relaksasi ppkm level 2, pihak pemkot saat ini masih mengkaji dan mengkalkulasi beberapa hal lainnya sebab menurut Wali Kota hal tersebut tidaklah mudah mengingat semua tentu beresiko.

“Seperti tadi diawal bahwa semuanya beresiko, semua kebijakan yang kita ambil pasti berikan dampak sehingga harus kita hitung dengan baik dan harus berdasarkan data yang valid. Ini yang sedang kita kalkulasikan mudah-mudahan satu dua hari kedepan kita bisa lagi memberikan informasi kepada masyarakat tentang relaksasi apa yang akan kita berikan,” ungkapnya.

Untuk panduan atau surat edaran terkait ralaksasi nantinya, Wali Kota mengatakan sedang dalam proses persiapan. Namun ia menegaskan panduan tersebut sebenarnya sudah beredar sejak berlakunya ppkm beberapa bulan lalu.

“Kita tinggal melihat, kalau level dua itu apa saja.misalnya saja untuk daerah level 2, kunjungan itu syaratnya tidak lagi menggunakan pcr tapi syaratnya cukup menggunakan antigen,” tutup Wali Kota.

 

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait