Kendari, Sultrademo.co – Memperingati hari Disabilitas Internasional serta hari Kesetiakawanan sosial tahun 2023, Sentra Meohai bekerjasama dengan Perhapi Sulawesi Selatan dan RSUD Kota Kendari melaksanakan bakti sosial berupa operasi katarak yang diperuntukan bagi seluruh warga di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Adapun unsur yang terlibat dalam bakti sosial ini yakni 9 dokter spesialis mata yang tergabung dalam Perdami Sulawesi Selatan dan 2 orang spesial mata dari RSUD Kota Kendari.
Kepala Sentra Meohai, Fepi Rubianti yang ditemui disela kegiatan memaparkan, sebelum dilaksanakannya kegiatan bakti sosial ini, para peserta terlebih dahulu mengikuti screening, Selasa (12/12/23) yang diikuti sebanyak 237 orang. Namun peserta yang dinyatakan lolos hanya 120 orang.
Untuk peserta yang belum dinyatakan lolos, Fepi menyatakan bahwa peserta tersebut secara medis tidak dikategorikan sebagai penderita katarak.
“Secara medis mereka tidak dikategorikan sebagai katarak, disamping itu dari sisi kesehatan lain seperti tensinya tinggi, gula darahnya tinggi, dokter tidak merekomendasikan untuk di operasi.
Dari sccrening itu dilakukan lagi analisis atau verifikasi kembali sehingga dari hasil ovservasi itu sebanyak 72 orang dinyatakan lolos.
” 72 orang itu kami bagi beberapa shif karena sebagian besar pesertanya sudah sepuh jadi kalau harus menunggu dari pagi sampai sore khawatir kelelahan, ” ujar Fepi. (Sabtu, 16/12/23).
Peserta bakti sosial ini berasal dari beberapa kabupaten di provinsi Sultra diantaranya Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi dan Kota Kendari.
Fepi pun berharap melalui kegiatan ini pihak sentra meohai dapat meringankan beban beban masyarakat untuk kembali bisa melihat dengan baik.
“Kami dari kementrian sosial melalui sentra meohai Kendari berupaya meringankan beban masyarakat dengan melakukan operasi ini sehingga mereka bisa kembali bisa melihat dengan baik, ” ungkapnya.
Sementara itu, Sumartin dari Kabupaten Konawe salah satu anak dari peserta Bakti sosial ini mengatakan dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
” Kita sebagai keluarga pasien alhamdulillah sangat terbantu karena pelayanannya cepat, ” ujarnya.
Pihak keluarga mengaku setelah dilakukan sccrening oleh pihak RS, orang tua Sumartin betul-betul dinyatakan katarak dan berhak ikut dalam bakti sosial ini.
” Yang satu (mata kiri) sudah pernah di operasi juga, jadi yang sekarang ini mata kanannya lagi, ” imbuhnya.
Ia pun berharap semoga kegiatan ini terus berjalan sehingga masyarakat yang lain yang belum tercover sebagai peserta hari ini, kedepannya bisa ikut serta dalam kegiatan ini.
Untuk diketahui, PERDAMI adalah organisasi profesi dokter spesialis mata yang sampai saat ini terdiri dari sekitar 1.200 orang dokter mata dari seluruh Indonesia.
PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau Indonesian Ophthalmologist Association) adalah organisasi profesi dokter spesialis mata yang sampai saat ini (2020) terdiri dari sekitar 3.000 orang dokter mata dari seluruh Indonesia. Organisasi ini didirikan di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1964, dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan mata rakyat Indonesia, mengembangkan Ilmu Penyakit Mata (oftalmologi) dan kemampuan dokter mata sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan anggota PERDAMI.
Laporan : Hani
Editor : UL






