Kendari, Sultrademo.co – Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (Alpen Sultra) bersama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) didukung Givaudan Foundation menggelar Pelatihan Bisnis Alternatif untuk Kelompok Petani Nilam yang Responsif Gender dan Berkelanjutan, mulai tanggal 27 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025, di 2 (dua) lokasi berbeda.
Demikian disampaikan Direktur Alpen Sultra, Sarifain, Sabtu, (2/8/25).
Lokasi pertama di UPT Amohola SP2, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan dengan jumlah peserta 35 orang. Lokasi kedua di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan dengan jumlah peserta 30 orang.
Hadir sebagai nara sumber utama Muhammad Firdaus dari ASPPUK, didampingi Direktur Alpen Sultra Sarifain dan Field Officer Eva Asniaty serta Rosnita.
Mereka yang mendapat pelatihan adalah perempuan keluarga petani nilam yang tergabung dalam Patchouli Champion Group (PCG) Givaudan Foundation, yaitu PCG Amohola dan PCG Bisikori.
Direktur Alpen Sultra, Sarifain menegaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada para perempuan peserta untuk menemukan bisnis atau usaha tambahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, disamping usaha bercocok tanam nilam.
Dalam pelatihan ini, mereka diberikan pengetahuan tentang gender dan bagaimana membuat perencanaan usaha atau ide bisnis yang bisa mereka jalankan, baik usaha secara berkelompok maupun usaha perorangan (keluarga).
“Setelah pelatihan ini, Perempuan di dua lokasi PCG ini mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan, untuk merencanakan dan menjalankan bisnis alternatif yang responsif gender dan berkelanjutan. Dengan menjalankan bisnis alternatif ini, keluarga petani nilam mampu meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup keluarga mereka,” harap Sarifain.
Pasca pelatihan, peserta akan memperoleh pendampingan Alpen Sultra hingga bulan Desember 2025, untuk memastikan realisasi rencana tindak lanjut bisnis yang telah mereka susun. ***










