Dandim 1412 Kolaka Dorong Masyarakat Bijak Dalam Bermedsos

  • Whatsapp

Kolaka, sultrademo.co – Komandan Kodim (Dandim) 1412 Kolaka Letkol Inf. Risa WP. Setyawan mendorong masyarakat untuk senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial.

Hal ini diungkapkan Dandim 1412 Kolaka saat menjadi pembicara dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-111 di Kecamatan Aere, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/7/2021).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi bijak bermedia sosial ini merupakan satu dari total sepuluh item program nonfisik TMMD Kodim 1412 Kolaka, selain program fisik lainnya yang tersebar di Desa Aere, Rubia, dan Desa Pekorea. Kegiatan ini mengusung tema “Cerdas dan bijak menggunakan media sosial di era digital literasi dan informasi”.

Banyak hal disampaikan Dandim dalam kegiatan edukasi tersebut, mulai dari dampak positif internet, batasan di media sosial, upaya mengatasi bahaya jejaring sosial, dampak jejaring sosial, dampak negatif jejaring sosial, dan sejumlah materi lainnya agar masyarakat tambah bijak nantinya menggunakan sosial media.

Sebab menurutnya kaum milenial saat ini banyak terpapar dampak buruk medsos. Mulai dari memberikan komentar-komentar tidak senonoh hingga unggahan-unggahan negatif banyak ditemukan di dunia maya.

Tidak hanya itu, Ia juga mengungkapkan bahwa kini warga mulai kecanduan bermedia sosial yang malah justru berefek tidak baik bagi kelangsungan hidup di tengah masyarakat.

Beberapa dampak buruk jejaring sosial yang ia paparkan di antaranya kecanduan, lupa waktu, berpotensi terperangkap dalam kejahatan internet, tergantikan kehidupan sosialnya, tersebarnya data penting yang tidak semestinya, pornografi, kurang bersosialisasi langsung dengan lingkungan, berdampak buruk bagi kesehatan, berkurangnya berhatian untuk keluarga, dan berpotensi membuat prestasi belajar anak menurun lantaran kurang mengatur waktu.

Meski demikian, ia juga menyampaikan dampak positif dari penggunaan internet jika digunakan dengan baik, misalnya  mendapat teman baik, memudahkan komunikasi tanpa terbatas ruang dan waktu, sebagai sarana berdiskusi, sarana promosi, dan memperluas jangkauan informasi.

“Sama seperti di dunia nyata, di dunia maya pun kemerdekaan berbicara punya batasannya agar lebih menghargai hak-hak dan reputasi orang lain, melindungi keamanan dan ketertiban serta moral publik. Medsos bukan sarana untuk menyebarkan kebencian yang mengarah pada rasisme dan tidak mengganggu keamanan nasional,” jelasnya.

Pos terkait