Diduga Biang Musibah, PT. VDNI dan PT.OSS Didesak Gulung Tikar

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO. CO- Konsorsium Pemerhati Investigasi Lingkungan Hidup Sultra mendesak pihak kepolisian segera menindak tegas PT. VDNI dan PT. OSS atas dugaan kejahatan lingkungan yang berimplikasi pada musibah alam.

Hal itu disampaikan puluhan massa aksi saat bertandang di Mapolda Sultra, Senin, 8/7/19. Koordinator lapangan, Ahmad Zainul melalui orasinya mengatakan, sebagaimana amanat UU dalam Pasal 33 ayat 3 bahwa bumi dan air dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyat.

Bacaan Lainnya

Hal berbeda dirasakan masyarakat. Mantan Ketua BEM FUAD IAIN itu menuturkan, kehadiran PT. VDNI dan PT OSS justru menjadi biang musibah. Rasa pahit lebih dominan dirasakan oleh masyarakat dibanding manfaat kehadirannya.

“Aktivitas VDNI dan PT. OSS yang diduga sebagai pemicu terjadinya kejahatan lingkungan dan itu perbuatan yang tidak boleh ditoleransi, sebab persoalan itu sangat fatal dan rentan terhadap kesenjangan, dan keamanan rakyat dari bahaya lingkungan dan alam. Kasus penadaan bahan material pembanguan fasilitas smelter yang berasal dari hutan produksi tanpa IPPKH adalah kasus kejahatan lingkungan yang sangat luar biasa,” beber Zainul.

Atas ratusan alat berat yang disita kepolisian, pihaknya mendesak Polda Sultra menangani kasus itu secara profesional dan adil.

Puluhan Massa Aksi saat mendesak Polda Sultra mengadili PT.VDNI dan PT. OSS

“Alat bukti berupa alat berat PT. OSS yang disita beberapa waktu yang lalu dilokasi pengambilan material untuk pembangunan faslitas PT. VDNI dan PT. OSS adalah bukti nyata adanya campur tangan terhadap lokasi tak ber IPPHK tersebut,” tambah Pendiri OASIS Sultra itu

Mestinya, lanjut dia, pemilik perusahaan PT. OSS dan PT. VDNI dalam hal ini Mr. Andrew Zhu Ming Dong sebagai Direktur Utama kedua perusahaan dimaksud mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika tidak mampu berjalan diatas regulasi,hanya mendulang keuntungan dan mengabaikan lingkungan, maka lebih baik gulung tikar dari bumi Konawe.

“Polda Sulawesi Tenggara harus konsisten dan profesional dalam menangani kasus dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT. OSS di Morosi. Polda harus memproses secara hukum dan menghentikan sementara aktifitas PT. OSS di Morosi hingga kasus dugaan kejahatan lingkungan selesai,” tutupnya.

Untuk diketahui, pihak Polda Sultra dan Bareskrim Polri sebelumnya telah menyegel ratusan alat berat milik PT OSS bertempat di Desa Tanggobu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Penyegelan dilakukan Kepolisian atas dugaan penambangan ilegal di kawasan hutan tanpa IPPKH.

Laporan : Adin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait