Gara-Gara Dimintai Uang, Suami di BauBau Tega Bunuh Istri

  • Whatsapp

Baubau, SultraDemoNews- Personil Sat Reskrim Polres Baubau dibantu oleh personil Polda Sultra berhasil menangkap LR (46) yang tega menganiaya istri sendiri menggunakan sebilah badik miliknya. Ia menikam istrinya sebanyak enam kali berturut-turut kearah perut korban.

Korban ditemukan tergelatak di kebun masyarakat yang tidak jauh dari jalan poros Pantai Nirwana, Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau, Minggu 30 Desember 2018 sekira pukul 17.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Sebelum dibunuh, korban diketahui dari raha datang ke BauBau menemui suaminya dengan maksud meminta sejumlah uang untuk kebutuhan anaknya. Kedatangan korban dihari itu pada Jum’at siang 28 Desember 2018.

Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Haris Akhmat Basuki mengatakan, setelah di BauBau, Sabtu 29 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 Wita, korban mendatangi tersangka di tempat kerjanya (pembuatan kapal viber) dengan tujuan meminta uang Rp. 2.000.000, serta meminta tersangka mengasuh kedua anaknya, namun sayang,  tersangka saat itu tidak mempunyai uang, dan menolak mengasuh anaknya.

“Tidak terima diperlakukan kasar, korban menjadi marah dan melempari suaminya dengan menggunakan batu. Kemudian suaminya meninggalkan korban dan pergi mengambil sebotol arak lalu meminumnya, dalam kondisi terkontaminasi minuman beralkohol timbul niat untuk membunuh korban, dengan mengambil sebilah badik miliknya dan mengajak korban bersama-sama pergi ke Bank untuk mengambil uang,” katanya, Rabu (2/1/2019).

Ditambahkannya, sekira pukul 23.00 Wita, tersangka kemudian mengajak korban mengambil uang di ATM menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam. Tapi kenyataan lokasi yang dituju bukanlah ATM ataupun bank. Namun ditempat sunyi. Korban turun dari sepeda motor dan berkata ” ko bilang mau ambil uang, kenapa bawa saya disini,” tanya korban. Namun tersangka tidak menjawab pertanyaan korban, dan saat itu tersangka langsung mencabut sebilah badik kemudian menikam arah perut korban.

Barang bukti yang berhasil disita sebilah badik dengan panjang keseluruhan 34 cm terdiri dari mata badik yang terbuat dari besi berwarna hitam abu-abu dengan ukuran panjang 24,5 cm dan gagang badik yang terbuat dari panjang kayu berwarna coklat berbentuk kepala burung dengan panjang 9,5 cm. Badik tersebut memiliki sarung badik yang terbuat dari kayu berwarna kuning keemasan, satu unit sepeda motor merk Honda Revo warna merah hitam dengan nomor kendaraan DT 2729 KG, satu lembar baju warna biru tua dengan motif kembang (pakaian korban), satu buah tas warna krem orange, satu pasang sandal perempuan warna merah hitam, satu lembar baju berkerak lengan pendek warna ungu pudar kecoklatan dan celana pendek warna abu abu (pakaian yang di kenakan tersangka)

Tersangka dikenakan pasal karena telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap nyawa orang ( pembunuhan ) atau penganiayaan mengakibatkan seseorang meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 Subs pasal 354 ayat (2) KUHPidana.

Laporan. Aryani futriana

  • Whatsapp

Pos terkait