Kendari, Sultrademo.co – Arus modal ke Kota Kendari menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kendari mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp353,94 miliar pada Triwulan I tahun 2026. Angka ini mencapai 24 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp1,45 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Kendari, Ibram Agus Sakti, menyatakan optimisme tinggi terhadap performa ekonomi daerah. Menurutnya, capaian di awal tahun ini merupakan fondasi kuat untuk mengejar sisa target di bulan-bulan mendatang.
“Capaian ini masih dalam tahap awal karena baru memasuki triwulan pertama. Kami optimistis realisasi investasi akan terus meningkat seiring berjalannya tahun,” ujar Ibram, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan data yang dirilis, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi sebesar 70,1 persen atau setara Rp248,27 miliar.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 29,9 persen dengan nilai Rp105,66 miliar, yang bersumber dari investor asal Jepang, Singapura, dan Hongkong.
Secara sektoral, wajah ekonomi Kendari masih sangat bergantung pada sektor tersier atau jasa. Lebih dari 70 persen investasi masuk ke sektor perdagangan dan reparasi, disusul oleh pertambangan, perhotelan, restoran, serta pengembangan kawasan perumahan industri.
Investasi ini juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal melalui penyerapan ratusan tenaga kerja baru selama tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan daya beli dan stabilitas ekonomi masyarakat Kendari.
Melihat rekam jejak historis, realisasi investasi di Kendari memang fluktuatif. Setelah sempat meroket hingga 111 persen pada 2022, tren sempat melemah pada 2023 (62%) dan 2024 (54%), sebelum akhirnya bangkit kembali pada 2025 dengan capaian 83 persen.
Guna menjaga momentum pertumbuhan, Pemkot Kendari berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi para pengusaha.
“Kami terus melakukan pembenahan, baik dari sisi regulasi maupun pelayanan. Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” pungkas Ibram.










