Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai memetakan potensi tekanan ekonomi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengingatkan dampak dinamika global yang bisa berimbas pada distribusi energi dan bahan kebutuhan pokok di daerah.
Dalam arahannya di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (2/3/2026), Andi Sumangerukka menegaskan bahwa gangguan distribusi harus diantisipasi sejak dini karena berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.
“Kalau distribusi terganggu, maka yang terdampak adalah kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita harus menjaga agar inflasi tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat kecil,” tegasnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi bukan sekadar soal angka, melainkan tentang daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling cepat terdampak saat harga melonjak. Ia meminta OPD terkait bergerak aktif melakukan pengawasan dan langkah strategis agar stabilitas harga tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Gubernur menekankan dua fokus utama yang harus dijalankan secara konkret di lapangan. Pertama, memastikan harga bahan pokok tidak membebani masyarakat. Kedua, menjaga ketersediaan barang agar tetap aman dan mudah diakses.
Stabilitas harga dan distribusi, lanjutnya, merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam situasi ekonomi yang fluktuatif. Ia tidak ingin masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan tekanan akibat gejolak pasokan.
Selain isu harga, Pemprov Sultra juga menyiapkan skema mudik gratis bagi warga. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat menjelang hari raya.
“Kami akan memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan mudik, dan itu akan kita upayakan gratis,” ujarnya.
Ia meminta pendataan dilakukan secara cermat agar program tersebut tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di lapangan.
“Saya minta dilakukan pendataan dengan baik, sehingga tidak ada yang seharusnya mendapatkan tetapi tidak terdata. Fasilitas ini kita siapkan agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur juga mengingatkan jajaran Pemprov Sultra untuk tetap menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik selama Ramadan, meskipun terdapat penyesuaian jam kerja.
Menurutnya, bulan suci harus menjadi momentum memperkuat disiplin dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Langkah pengendalian harga dan rencana mudik gratis ini menjadi dua fokus kebijakan daerah menjelang Idulfitri, di tengah kekhawatiran dampak dinamika global terhadap ekonomi lokal.











