Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Sultra, Lebih dari 2.600 Petugas Turun ke Lapangan

Kendari, Sultrademo.co Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Sulawesi Tenggara resmi dimulai. Pencanangan dilakukan melalui Apel Gabungan Pelaksanaan SE2026 yang dipimpin langsung Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Apel Gabungan Pemerintah Provinsi Sultra tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sultra Hugua, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, Wakil Wali Kota Kendari, pimpinan OPD lingkup Pemprov Sultra, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, pelaku usaha, media massa, serta jajaran BPS se-Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya
 

Sebagai tanda dimulainya pendataan lapangan, Wakil Kepala BPS RI bersama Wakil Gubernur Sultra memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus. Sebanyak lebih dari 2.600 petugas akan diterjunkan untuk mendata berbagai aktivitas usaha dan ekonomi keluarga di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sultra Hugua membacakan deklarasi dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sultra terhadap pelaksanaan sensus.

Dalam amanatnya, Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dinilai menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan berbasis data.

“Hari ini merupakan momentum penting karena menandai dimulainya pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Dari Sulawesi Tenggara, kita memulai langkah besar untuk mencatat perekonomian bangsa. Setiap usaha yang didata akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Sonny.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia. Pada pelaksanaan tahun 2026, terdapat sejumlah pembaruan dibandingkan sensus sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut menjadi bagian dari cakupan pendataan. Selain itu, sensus juga menjangkau aktivitas ekonomi keluarga melalui metode door to door guna memperoleh gambaran ekonomi yang lebih komprehensif.

Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Menurut Sonny, rentang waktu tersebut disiapkan agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara optimal.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan sensus melalui gerakan “TIR”, yakni Terima kedatangan petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan sensus. Data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” katanya.

Sonny juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara saat ini memiliki sekitar 280 ribu unit usaha yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan ekonomi daerah yang terus tumbuh dan semakin dinamis.

Data hasil sensus nantinya akan digunakan untuk memetakan persebaran usaha, mengidentifikasi sektor unggulan daerah, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Hugua menegaskan bahwa hasil sensus akan menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

“Dengan sensus ini tentu akan lahir data yang akurat. Potensi daerah akan semakin terpetakan, termasuk sektor-sektor yang masih bisa dikembangkan melalui dukungan kebijakan pemerintah. Data yang diperoleh nantinya akan membantu pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Hugua juga menyampaikan apresiasi kepada BPS RI yang telah mempercayakan Sulawesi Tenggara sebagai lokasi pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat nasional.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi dukungan yang disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BPS RI dan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, pencanangan resmi ditandai dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Tenggara.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait