Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (3/8/2026).
Pembukaan MPLS yang berlangsung di Sekolah Rakyat Kota Kendari tersebut menjadi momentum dimulainya proses pendidikan bagi 206 peserta didik yang seluruhnya merupakan anak-anak asal Kota Kendari.
Sebanyak 206 siswa tersebut terdiri atas 26 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Kegiatan itu turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, unsur Forkopimda Kota Kendari, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Kendari, Kepala Sentra Meohai Kendari Muh. Gunawan, SH., MH., tenaga pendidik, orang tua peserta didik, serta para siswa Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, Sentra Meohai Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Sosial Kota Kendari, tenaga pendidik, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari dapat mulai beroperasi.
Menurut Siska, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan hak atas pendidikan yang layak.
“Program ini bukan sekadar menghadirkan ruang belajar, tetapi menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita, khususnya di Kota Kendari,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari dalam RPJMD 2025–2029 untuk mewujudkan Kota Kendari sebagai kota yang layak huni, maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pembangunan sumber daya manusia, kata dia, menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, pendidikan tidak hanya diarahkan untuk mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi dengan tetap menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan kearifan lokal.
Target Tuntaskan Anak Tidak Sekolah
Siska menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 4.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Kendari, angka kemiskinan di daerah tersebut mencapai sekitar 4,18 persen atau setara dengan 18.380 jiwa.
Sementara hasil pendataan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Kota Kendari mencatat hampir 1.000 anak usia sekolah tingkat SD dan SMP masih belum bersekolah.
Dengan kapasitas Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 1.080 peserta didik, Pemerintah Kota Kendari optimistis persoalan anak tidak sekolah dapat ditangani.
“InsyaAllah pada tahun 2026 kita bisa menuntaskan anak tidak sekolah di Kota Kendari. Ini menjadi semangat besar bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan,” kata Siska.
Tak hanya pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga menghadirkan layanan terpadu bagi peserta didik, mulai dari asrama, pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, hingga dukungan terhadap kesejahteraan keluarga.
Kendari Masuk 38 Daerah Tahap Awal
Kota Kendari menjadi salah satu dari 38 kabupaten/kota tahap pertama penerima pembangunan Sekolah Rakyat dari total 543 daerah di Indonesia.
Di Sulawesi Tenggara, pembangunan Sekolah Rakyat tahap awal hanya berada di dua daerah, yakni Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Kendari menghibahkan lahan seluas sekitar lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemkot juga membangun akses jalan menuju kawasan sekolah untuk menunjang aktivitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah di sekitar kawasan tersebut.
Di hadapan para siswa, Siska berpesan agar seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya dan tidak minder dengan kondisi ekonomi keluarga.
“Kalian adalah generasi masa depan Kota Kendari. Jangan pernah merasa rendah diri. Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, bangun karakter, serta jadikan sekolah ini sebagai tempat mengubah masa depan kalian,” pesannya.
Ia juga mengajak guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar setiap anak di Kota Kendari mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari secara simbolis menyematkan tanda peserta MPLS kepada perwakilan siswa sebagai tanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.
Sementara itu, Kepala Sentra Meohai Kendari, Muh. Gunawan, SH., MH., mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen penting dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Melalui Sekolah Rakyat, peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” katanya.
Ia menambahkan, MPLS menjadi tahap awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri, disiplin, integritas, gotong royong, dan semangat meraih masa depan.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan kunjungan Wali Kota Kendari bersama rombongan ke ruang kelas, asrama, dan ruang makan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari.






