Jaffray Bittikaka Sayangkan Pernyataan Bawaslu Sultra Terkait Sumber Dana Kadin

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Polemik terkait kehadiran Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra, La Mandi, saat kampanye Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, Sandiaga Uno di Kendari terus berlanjut. Wakil Ketua Kadin Sultra, Jaffray Bittikaka turut menanggapi hal ini.

Ia beranggapan bahwa kehadiran La Mandi dalam kampanye tersebut bukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kadin Sultra, namun sebagai pribadi, tokoh pengusaha, sahabat Sandiaga Uno dan tokoh masyarakat Sultra.

Bacaan Lainnya

“Pak La Mandi itu hadir sebagai individu. Jadi bukan membawahi organisasi. Tentu saja setiap individu mempunyai hak masing-masing. Beliau tentu diminta pemikirannya tentang Sultra baik dari Sandiaga maupun Rosan Ketum Kadin yang juga Tim Pemenangan Jokowi Amin” Ungkapnya kepada sultrademo.co.

Dalam penelusuran redaksi Sultrademo.co, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani memang masuk dalam tim kampanye Capres Nomor Urut 1, Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Rosan anggota Kadin berhak menentukan ke mana dukungannya akan berlabuh pada 2019. Ia menegaskan bahwa pilihan untuk mendukung dan bergabung dengan tim pemenangan kampanye Jokowi-Ma’ruf merupakan dorongan pribadinya.

“Saya sampaikan atas nama pribadi. Karena banyak ketua Kadin di provinsi masuk dari partai masuk sendiri-sendiri ke Gerinda, Golkar, PDI-P, jadi ini indahnya demokrasi,” ungkapnya, seperti dikutip oleh tirto.id.

Jaffray memastikan bahwa La Mandi akan tetap menjaga netralitas pengusaha.

“Saya sudah ketemu Pak La Mandi dan beliau memastikan posisinya sebagai Ketua Kadin Sultra dan akan menjaga netralitas pengusaha di kemudian hari. Kadin sebagai sebuah organisasi pengusaha yang bergerak di bidang perekonomian tetap berjalan secara independen”.

Ia justru menyayangkan adanya pernyataan Bawaslu Sultra  terkait sumber dana Kadin yang berasal dari dana pemerintah.

“Kami menyangkan pernyataan Bawaslu provinsi di salah satu media online bahwa Kadin Sultra menerima sumber dana dari pemerintah, padahal kenyataannya tidak. Sebaiknya dikanalisasi lembaga-lembaga mana saja yang menerima dana pemerintah agar mengeluarkan pernyataan dapat dipilah-pilah karena Bawaslu taat asas pemilu apalagi ini sudah menjadi konsumsi publik”.

Baca juga:

https://sultrademo.co/2019/01/08/buntut-kedatangan-sandiaga-ketua-kadin-sultra-diperiksa-bawaslu/

Pos terkait