Jelang Akhir Tahun, Mendagri RI Minta Pemda Buat Terobosan Untuk Pengendalian Inflasi Daerah

Foto Istimewa /Diskominfo Sultra

 

Kendari, Sultrademo .co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan tentang pengendalian Inflasi Daerah yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) bersama Pemerintah Provinsi diseluruh Indonesia secara virtual, setiap minggunya di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Senin, (28/11/2022)

Bacaan Lainnya

Hadir secara virtual, Kemendagri RI, Tito Karnavian, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto, Perwakilan Bappenas Rachmi Widiriani selaku Direktur Distribusi dan cadangan Pangan BPN, Dirjen Kemendag, Kasatgas Pangan Polri Whisnu Hermawan Februanto, Kejaksaan Agung, Koorsahli TNI, Dirjen Pertanian Ali Jamal serta Pemerintah Kab/Kota dan Provinsi Seluruh Indonesia.

Rapat yang diikuti Pemprov. Sultra hadir Plh. Sekda Sultra, Asrun Lio didampingi Sekdis Pangan Sultra Ari Sismanto dan perwakilan Bank Indonesia. Peserta Rakor lainnya; Sekdis Distanak Kartini, dari BPS Prov. Sultra Muh. Amin, perwakilan Bulog Sultra, Pasiren KOREM 143/Ho Wahyu Indra Yanto, unsur Polda Sultra, Yudhi, Kejati Sultra, KADIN Sultra, Inspektorat Wilayah Sultra Nurparida Rachim, BPKP Sultra, Kasubag Umum Dinas Sosial Hasnawati, Kadis Perhubungan Prov. Sultra Muh Rajulan dan Kabid Angkutan Pelayanan Muh. Jalil Alfian Razak Dishub Prov. Sultra serta perwakilan Dinas Pertanian Prov. Sultra.

Setianto Sebagai Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dalam paparannya menyampaikan bahwa perkembangan harga 20 Komoditas Pangan di Bulan November 2022 mengalami trend kenaikan (inflasi) hal ini di dorong naiknya permintaan konsumen momen Ramadhan dan Idul Fitri dan permintaan konsumsi menghadapi natal dan tahun baru serta dampak kenaikan harga BBM. Bahan Pangan tertinggi yaitu Cabai Rawit dan Cabai Merah adalah komoditas harganya yang cukup signifikan di Minggu ke-4 November 2022.

Mendagri RI menyampaikan ada 9 (Sembilan) langkah panduan daerah untuk bisa mengendalikan inflasi yaitu 1.) Melakukan Pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, 2.) Melaksanakan Rapat Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah, 3.) Menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, 4.) Melaksanakan pencadangan gerakan menanam, 5.) Melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait, 6.) Melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, 7.) Berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, 8.) Merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk dukungan pengendalian inflasi dan 9.) Memberikan bantuan transportasi dari APBD. Dari 9 Upaya tersebut terdapat 6 upaya yang sifatnya konkrit dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) yaitu pertama melaksanakan operasi pasar murah, kedua melaksanakan sidak pasar, ketiga kerja sama dengan daerah, keempat gerakan menanam, kelima merealisasikan BTT dan Keenam Dukungan Transporasi dari APBD.

Kemudian, untuk data Realisasi BTT dalam APBD Provinsi Per Minggu Tahun 2022 di Provinsi Sulawesi Tenggara Anggaran 21,97% adalah realisasi bulan Oktober dan November 0,26%. Ada 10 Solusi dalam Pengendali Inflasi yaitu 1. Kunci Utama mengenai jadikan isu prioritas dan sinergitas semua stakeholder, 2. Komunikasi Publik, 3. Aktifkan TPID, 4. Aktif Satgas Pangan, 5. BBM Subsidi tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu, 6. Laksanakan GerakanPenghematan Energi, 7. Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, 8. Laksanakan Kerja Sama Antar Daerah, 9. Intensifkan Jaringan Pengaman Sosial dan 10. BADAN pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Umumkan Angka Inflasi hingga Kab/Kota

Mendagri RI menyampaikan bahwa upaya penurunan inflasi sesuai amanat Bapak Presiden pada G20 serta antisipasi akhir tahun (Natal 2022 dan Tahun Baru 2023) diprediksi akan ada kenaikan harga bahan pangan karena naiknya permintaan. Mendagri berpesan agar pemerintah daerah memonitor angka-angka dan membuat inovasi dan terobosan untuk berkolaborasi dalam penanganan inflasi. Selain itu, dalam pemanfaatan BTT dan Bansos secara optimal, dengan pendampingan dari kejaksaan, TNI dan Polri serta manfaat lainnya seperti aset-aset dalam mengantisipasi musim hujan yang dapat menghambat proses produksi dan distribusi. Kemudian, para kepala daerah diharapkan dapat meningkatkan realisasi anggaran belanja daerah mengingat sudah akhir tahun. ***

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait