Kadin Sultra Gelar Muprov VII, Hilirisasi Aspal Buton Jadi Fokus Pembahasan

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) VII di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026).

Forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi itu menyoroti percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya Aspal Buton.

Bacaan Lainnya
 

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergitas Kadin dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Meningkatkan Potensi Unggulan Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, jajaran pengurus Kadin, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, mengatakan Muprov bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan arah kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah.

“Ini forum tertinggi Kadin. Kami berkomitmen memperjuangkan program hilirisasi pemanfaatan Aspal Buton. Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bekerja dengan tulus dan ikhlas membangun daerah,” ujar Anton dalam sambutannya.

Menurutnya, Aspal Buton merupakan salah satu cadangan aspal alam terbesar di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia menyebut, komoditas tersebut telah mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi anggaran sebesar Rp1,49 triliun.

“Kami tidak akan berhenti memperjuangkan penggunaannya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Rony Yacob, yang mewakili gubernur, menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi modal utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menekankan, hilirisasi harus diiringi dengan peningkatan daya saing melalui pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi berkualitas.

“Kita harus mendorong keunggulan kompetitif dan hilirisasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memastikan investasi yang masuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan menyejahterakan rakyat,” katanya.

Rony juga mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan industri semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Melalui Muprov VII ini, Kadin dan pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah sekaligus memperkuat peran sektor usaha menuju target pembangunan nasional Indonesia Emas 2045.

Laporan: Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait