Kanwil KemenHAM Jabar Jadi PIC Lomba Video P5HAM, 76 Karya Disaring Juri Profesional

Ketgam : Kepala Kanwil KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail

Bandung, Sultrademo.co – Semarak peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2025 semakin terasa. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan untuk memeriahkan momentum bersejarah tersebut.

Pada peringatan tahun ini, Kantor Wilayah Kementerian HAM (Kanwil KemenHAM) Jawa Barat mendapatkan mandat khusus. Kanwil Jabar dipercaya sebagai person in charge (PIC) untuk salah satu mata lomba bergengsi, yakni Lomba Video Pendek P5HAM.

Bacaan Lainnya
 

Antusiasme masyarakat terhadap lomba ini terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 76 karya video pendek telah diterima panitia dan selanjutnya memasuki tahap kurasi yang ketat.

Proses penilaian dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 4–6 Desember 2025. Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, Kanwil KemenHAM Jawa Barat menggandeng tiga juri profesional yang memiliki kompetensi di bidang sinematografi serta pemahaman substansi HAM. Para juri bekerja secara maraton untuk menyaring puluhan karya menjadi yang terbaik.

Dari hasil penilaian tersebut, terpilih tiga karya terbaik, yakni:

  • Juara I: “Satu Sama Lain” karya Syareefa Alayala
  • Juara II: “Andai” karya Lia Anggraeny
  • Juara III: “Bernapas” karya Framika Efansa

Ajang ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreativitas, tetapi juga memberikan apresiasi yang signifikan. Para pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah, yaitu:

  • Juara I: Rp10.000.000
  • Juara II: Rp7.000.000
  • Juara III: Rp5.000.000

Selain hadiah uang tunai, Juara I dan Juara II akan mendapatkan kehormatan khusus berupa undangan untuk menghadiri acara puncak peringatan Hari HAM Sedunia yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 10 Desember 2025.

Menanggapi tingginya partisipasi peserta, Kepala Kanwil KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, banyaknya karya yang masuk menjadi indikator positif bahwa isu HAM semakin dipahami dan diminati masyarakat luas, khususnya melalui media kreatif seperti film pendek.

Ia juga menambahkan bahwa karya-karya yang lahir merupakan cerminan realitas sosial masyarakat secara nyata (bottom-up), dengan beragam tema yang diangkat, mulai dari kehidupan kaum disabilitas, toleransi umat beragama, lingkungan hidup, hingga isu-isu kemanusiaan lainnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Redaksi
Editor: UL

Pos terkait