Muna, Sultrademo.co – Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Muna, AKBP Mulkaifin, S.I.K., meminta kepada seluruh stakeholder agar turut andil dalam mengawasi sejumlah pertamina nakal.
Hal demikian disampaikan karena melihat kondisi beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut masih banyak yang melayani pengisian jerigen maupun tangki modifikasi walau sudah diberi peringatan.
“Sebetulnya kami sudah melakukan koordinasi dengan pemilik SPBU maupun instansi terkait. Kami juga melakukan himbaun untuk tidak melayani pengisian jerigen maupun tangki modifikasi, namun masih ada beberapa yang main kucing-kucingan. Saya kira kalau semua stakeholder turun kesitu, masalah ini bisa diatasi,” kata Mulkaifin di Raha, Sulawesi Tenggara, Selasa (20/9/2022)
Adapun motif banyaknya praktik calo yang marak terjadi saat ini, Kapolres menuturkan, disinyalir beberapa pihak yang ingin mencari keuntungan karena adanya perbedaan harga yang cukup mendatangkan nilai tambah ekonomi.
“Apalagi disparitas harga yang didapatkan di SPBU cukup tinggi, kemudian ada yang memanfaatkannya dengan menjualnya per botol atau jerigen. Perbedaan harga baik solar maupun pertalite. Terutama solar, Inilah yang memberi efek ketidak adilan dimasyarakat, ” ujarnya.
Olehnya itu, Kalpores mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan memberi sanksi hukum bila masih mendapati calo BBM yang tidak mengindahkan himbauannya. Dia juga menuturkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan mengamankan beberapa jerigen BBM yang ditemukan.
“Sudah ada beberapa yang kami temukan dan diamankan lalu kemudian ditindak lanjuti. Terakhir anggota ke sana (SPBU) tidak ada calo yang ditemukan dan situasinya sudah aman, giliran anggota sudah pulang mereka (para calo) datang lagi,” ungkapnya.
Kapolres mengakui, pihaknya telah melakukan beberapa strategi untuk memberantas calo di Kabupaten Muna. Polisi melakukan penyelidikan baik berpakaian dinas (mengutus personil untuk berpatroli guna mengamankan situasi Kamtibmas di SPBU), maupun berpakaian preman untuk mengidentifikasi modus-modus yang biasa dilakukan para calo.
Terkait banyaknya penjual bensin eceran yang ‘menjamur’ di depan pertamina, Kapolres mengharapkan adanya kerja sama semua pihak.
“Kami berharap agar seluruh stakeholder dan instansi terkait sama-sama terjun ke masyarakat untuk memberikan himbauan, dan penyadaran kepada masyarakat,” tegasnya.
Seperti diketahui, beberapa hari lalu sejumlah mahasiswa pernah melakukan aksi ujuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Muna dan Mapolres Muna. Mahasiswa menuntut terkait kenaikan harga BBM dan meminta pihak Kepolisian untuk menertibkan mafia calo yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
Saat itu mahasiswa juga melakukan Rapat Dengar Pendapatan (RDP) di Kantor DPRD Kabupaten Muna bersama beberapa anggota Dewan yang turut dihadiri sejumlah pihak SPBU di daerah itu, Kapolres Muna, dan Instansi terkait.
Saat itu, Kapolres juga berjanji kepada mahasiswa untuk segera menertibkan para calo yang dianggap menimbulkan keresahan dimasyarakat dan mengakibatkan antrian panjang di sejumlah SPBU.
Laporan: Mohammad Pitra
 






