Kapolsek Abeli Mediasi Para Pelajar Yang Terlibat Tawuran

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Sejumlah pelajar yang terlibat kasus tawuran antar pelajar yang terjadi pada hari Rabu tanggal 09 Juni 2021 di Jalan Poros Abeli, kelurahan Lapulu (depan SMP Negeri 14 kendari) yang sempat viral di media sosial akhirnya dimediasi damai oleh Kapolsek Abeli, Kamis (10/6/2021) sekitar pukul 10.40 Wita bertempat di Mako Polsek Abeli.

Kapolsek Abeli, IPTU Muhammad Ady Kesuma, mengungkapkan kasus tawuran yang terjadi dilatarbelakangi kasus penganiayaan (dendam lama) yang terjadi di Jembatan Teluk Kendari pada awal bulan Mei 2021 (bulan Ramadhan) antara Feri Ramadhan (siswa SMPN 14 Kendari) dengan Heri (siswa SMPN 18 Kendari).

Bacaan Lainnya

“Guna mengantisipasi terjadinya aksi tawuran susulan, pihak Kepolisian melakukan pengamanan di sekitar SMP Negeri 14 Kendari serta melakukan mediasi guna mendamaikan kedua belah pihak,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dalam mediasi tersebut hadir Kepala Sekolah SMP Negeri 18 Kendari, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kendari, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kendari, Guru MTs Negeri 2 Kendari dan Orangtua / Wali siswa yang terlibat Tawuran.

“Pelajar yang terlibat tawuran yaitu dari SMPN 14 Kendari, SMP Negeri 18 Kendari, SMP Negeri 2 Kendari dan MTs Negeri 2 Kendari. 12 (dua belas) orang siswa SMP 14, 5 (lima) orang Siswa SMP Negeri 18 Kendari, 2 (dua) orang Siswa MTs Negeri 2 Kendari, 1 (satu) orang Siswa SMP Negeri 2,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Ady Kesuma juga meminta kepada siswa yang terlibat tawuran agar kejadian perkelahian antar pelajar tidak terulang kembali dikemudian hari.

“Perlunya pengawasan kepada anak-anak sehingga diperlukan peran orang tua dan keluarga dalam mendidik anak dan tidak sepenuhnya diserahkan tanggungjawab kepada Guru di Sekolah,” ujarnya.

Kegiatan Mediasi Damai tersebut diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan oleh masing-masing pelajar yang terlibat tawuran dan disaksikan oleh Kepala Sekolah dan masing-masing orang tua siswa, yang isinya sebagai berikut:

1. Kedua belah pihak mengakui kesalahan dan sepakat saling memaafkan satu sama lain;

2. Kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yaitu melakukan tawuran antar sekolah;

3. Apabila dikemudian hari kedua belah pihak melakukan perbuatan yang sama baik dengan siswa sekolah yang bertikai maupun dengan siswa sekolah lainnya, maka kami siap diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia dikeluarkan dari sekolah.

Diketahui, mediasi damai tersebut difasilitasi oleh Kapolsek Abeli Iptu Muhammad Ady Kesuma, S.H dan Kapolsek Kendari AKP. Jupen Simanjuntak, S.H, S.I.K

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Pos terkait