Kas Keliling Pulau Terluar, BI Sultra Distribusikan 8 Miliar Uang Cetakan Baru Tahun 2022 di Wakatobi

Ketgam : Beberapa Sekolah di Wakatobi Mendapat Dukungan Fasilitas Belajar Mengajar.

Wakatobi, Sultrademo.co – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Gelar Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 di Gedung Pesanggarahan Taman Budaya Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Sabtu (8/10/2022).

Bertema “Kas Keliling Pulau Terluar Terdepan dan Terpencil (3T) Sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah serta penyerahan PBSI”. Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi edukasi cinta, bangga dan paham rupiah, alat pembayaran digital QRIS, serta pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa bantuan fasilitas pendukung belajar mengajar kepada beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Wakatobi.

Bacaan Lainnya

Aryo Wibowo T. Prasetio, selaku Deputi Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia menggandeng Bank Sultra sebagai mitra strategis melakukan kas keliling di 4 pulau wilayah Kabupaten Wakatobi untuk mendistribusikan uang rupiah baru tahun emisi 2022, dengan menggunakan Kapal KRI Escolar 871 milik TNI AL.

“Kita mendistribusikan uang ke Wakatobi ini dari ujung pulau kemudian ke Wanci ini kita membawa dana hampir kurang lebih 8 Miliar, itu uang baru semua cetakan tahun 2022. Dari Binongko, Tomia, Kaledupa, Wanci, 8 Miliar ini ternyata habis semua. Kalau kita lihat dari kasat mata bahwa 8 Miliar ini ternyata uang yang akan kita musnahkan atau tidak layak edar hampir 6 Miliar, 2 miliar lagi masih layak kita edarkan,” ujarnya.

“Ini merupakan amanah Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Jadi Negara memberikan amanah kepada Indonesia untuk mengolah uang salah satunya adalah distribusi. Dan masalah penting adalah perencanaan, mencetak, mengeluarkan, distribusi sampai dengan menarik dan memusnahkan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Aryo, pengedar uang itu sangat dekat dengan pertumbuhan ekonomi. Di Tahun 2011, uang di Sultra itu pertumbuhannya 0,5% Tingginya. Uang yang kita edarkan Tahun 2019 sampai 5,8 Triliun. Setelah Covid-19 di 2020-2021 kondisi ekonominya turun sampai negatif 0,6 kemudian tumbuh lagi sedikit 4,1% itu uang kita sampai menurun ke 4,5 Triliun distribusinya.

“Tahun 2022 ini mulailah pertumbuhan ekonomi kita lihat sudah mulai tumbuh jadi 6%, uang yang kita siapkan mulai gerak naik lagi 5,5 Triliun di Tahun 2022 ini. Disisi lain, mengatur jumlah uang adalah salah satunya inflansi. Inflansi ini masalahnya bergerak naik, kalau kita bisa lihat bahwa inflansi ada juga naik karena kebijakan pemerintah seperti naiknya Bahan Bakar, PPN, itu menyebabkan harga naik, ada juga naik karena disebabkan oleh ketahanan pangan. Kami dari Bank Indonesia berkepentingan untuk menjaga inflansi dari sisi ketahanan pangan karena kalau dari kebijakan pemerintah kita tidak dapat mengontrol,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, H. Haliana, yang juga turut hadir pada acara tersebut mengatakan banyak terima kasih kepada Bank Indonesia dan TNI-AL yang memfasilitasi teman-teman Bank BI untuk melaksanakan program di Wakatobi.

“Telah banyak program-program yang telah dilakukan Bank Indonesia baik untuk pendampingan terkait dengan UMKM, ke Pariwisataan, Pendidikan, Pertanian, Kesehatan, sampai juga mendukung kegiatan-kegiatan kominfo,” terang Haliana

Untuk diketahui, turut hadir Pimpinan Bank Sultra Kabupaten Wakatobi, Komandan KRI Escolar 871 Mayor Laut (P) Robith Darius Shidqi, Forkopimda dan Kepala OPD serta Camat.

Laporan : Fitri Amelia Irianto

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Editor: UL

Pos terkait