“Kebelet” Cium Pipi Kader Hijau Hitam, Oknum Pegawai IAIN Dikecam Kohati Cabang Kendari

  • Whatsapp

Ketgam : Sekum Kohati Cabang Kendari,  Angli,  dan Ketua Kohati Cabang Kendari Tirtayanti. 

Kendari, SultraDemoNews- Kohati Cabang Kota Kendari mengecam tindakan Amoral oknum pegawai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Ketua Kohati, Tirtayanti, pihaknya mengutuk keras perbuatan salah seorang tenaga/staf Prodi PGMI inisial L, yang telah melakukan pelecehan dan tindakan amoral terhadap salah satu mahasiswi IAIN semester akhir yang juga kader Kohati Cabang Kendari.

Seharusnya, kata dia, pihak kampus tidak menutup-nutupi masalah ini, apalagi menyembunyikan pelaku dari kejahatannya. Pelecehan dan tindakan amoral serupa sudah sering kali terjadi dan dilakukan oleh dosen maupun pegawai IAIN Kendari. Sementara kampus tidak pernah secara tegas menindak itu.

“Tindakan-tindakan amoral seperti ini tidak seharusnya dimiliki oleh dosen, kami harap pihak kampus memberikan sanksi tegas kepada pelaku berupa pemecatan agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali, Indikasi pelecehan yang terjadi terhadap Kohati IAIN Kendari akan kami kawal sampai masalah ini tuntas,”tegasnya.

Hal senada diungkapan Sekretaris Umum Kohati Kendari, Angli, kata dia, pelecehan seksual sudah sering terjadi pada kaum perempuan, dan kali ini korban pelecehan seksual adalah salah satu Kohati HMI Cabang Kendari.

“Sangat disayangkan sekali sebab pelaku adalah salah satu pegawai di IAIN Kendari, kita ketahui bersama bahwa kampus yang seharusnya menjadi tempat orang-orang terdidik malah memunculkan tindak pelecehan seksual, kami KOHATI HMI Cabang Kendari tentu sangat mengutuk keras perbuatan ini, dan korban sudah melapor ke Polda Sultra, kami akan kawal ini,” ujarnya.

Menurut korban, mahasisiwi semester akhir IAIN Kendari, asal Kecamatan Konda, Kabupaten Konsel. Bermula dari konsultasi akademik untuk persiapan ujian proposal pada beberapa hari lalu, dirinya mengunjungi sebuah ruangan pelayanan akademik untuk menemui terduga pelaku pelecehan yang saat itu melayani dua mahasiswi yang ia tak kenal. Beberapa saat kemudian, tibalah gilirannya konsultasi jadwal, dan kedua mahasiswi yang sebelumnya dilayani meninggalkan ruangan.

Singkat cerita, kata korban dalam laporan tertulisnya, pelaku pun berdiri dari tempat duduknya dan hendak menutup pintu, ketika itu pelaku mencium pipi kanan korban dari arah belakang.

“Dia tiba-tiba datang mencium pipi kanan saya dari belakang, saya langsung kaget dan histeris, seketika itu juga pelaku langsung berkata “maaf dek saya khilaf” namun saya dipenuhi ketakutan, konsultasi jadwal saya batalkan dan lari dari ruangan itu langsung menuju masjid menenangkan diri, dan terus pulang ke rumah, sesampai dirumah saya buka HP ada pesannya melalui via SMS, dia minta saya tidak melaporkannya ke siapa-siapa, ada anak dan istrinya, serta kariernya akan terancam,” urai korban menceritakan kronologisnya, Rabu 27/19.

Tapi karena kejadian itu sudah sering berulang di kampus biru itu. Dirinya tidak mau membiarkan, apalagi lanjutnya, belum lama ini hal serupa terjadi pelecehan oleh dosen senior kepada mahasiswi IAIN juga.

“Saya sudah sampaikan ke pihak kampus, tapi kampus hanya mengabulkan separuh permintaan saya,  yaitu pelaku minta maaf dan tidak akan melayani akademik tapi tetap berada di kampus. Kemarin saya sudah lapor ke Polda,” ungkapnya.

Saat ini,  awak media telah meminta tanggapan Rektor IAIN melalui via WA, namun belum mendapat respon. (AK)

  • Whatsapp

Pos terkait