Kembali Musnahkan Narkotika Jenis Shabu Seberat 2,7 Kilogram, BNNP Sultra Tegaskan Implementasi P4GN

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memusnahkan narkotika Jenis Shabu seberat 2,7 Kilogram dengan 6 tersangka pengedar.

Pemusnahan yang akan dilakukan oleh BNNP yaitu dari hasil tangkapan BNN Kota Kendari kurang lebih 100 gram dengan tersangka berinisial SY ,kemudian narkotika dengan berat 508 gram atau yang akan dimusnahkan 501 gram dengan tersngka SY, FPA dan SM kemudian narkotika shabu dengan berat 2096 gram dengan tersangka AHB, AB dn FT.

Bacaan Lainnya

Kepala BNNP Sultra, Imron Korry mengungkapkan, saat ini, yang perlu diketahui jajaran BNNP, dan polda sultra khususnya tim pemberantas narkoba, sampai bulan april April lalu telah dilakukan penangkapan kurang lebih 20 kg narkotika Jenis Shabu.

“20 kg itu kira kira 2000 gram kemudian perkiraan harga daripada shabu2 kurang lebih satu stengah Juta, jadi kalau 20 kilogram itu kurang kebih 40 milyar,” jelasnya

“Dari segi ekonomi, penyalahgunaan narkoba, hanya membuat pengguna ataupun pengedar rugi miliyaran rupiah, itupun yang diketahui, bagaimana yang belum diketahui, kemudian dari segi kesehatan juga akan merusak generasi bangsa dan kalau sudah kecanduan akan menjadi terus menerus dan akan berujung rehabilitasi yang memakan biaya tidak sedikit,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Imron, dari segi hukum ancamannya tidak tanggung-tanggung, minimal 6 tahun sampai 14 tahun bahkan ada hukuman mati. Salah satu yang menjadi permasalahan menarik adalah bisnis dengan harga yang mahal, modal sedikit walaupun dengan resiko tertangkap dengan hukuman yang berat .

“Oleh sebab itu, kita perlu untuk menyadarkan sesama terutama dari keluarga sama sama kita jangan sampai terlibat dalam uemrusan narkoba ini sehingga kita lerlu bekerja sama,” katanya.

Presiden RI sudah mengeluarkan Impres nomor 6 tahun 2018 tentang implementasi daripada P4GN, pemberantasan, penyalahgunaan dan pencegahan peredaran narkoba yang melibatkan seluruh instansi kelembagaan maupun tokoh tokoh masyarakat.

Jadi, dalam melaksanakan ini ada 4 kegiatan dalam impres ini yang perlu dilakukan oleh seluruh lnstansi, BNN, Polda, TNI dan instansi lainnya, yaitu degan melakukan sosialisasi narkoba dalam hal P4GN ini.

Pihaknya juga akan membentuk relawan penggiat untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba dilanjutkan dengan membuat surat edaran untuk tidak terlibat dalam pengedaran gelap narkoba terebut.

Teakhir, pihaknya melakukan tes urin untuk setiap pegawai ASN dan lain lainnya. Dihimbau kepada peserta tes urin nantinya untuk tidak khawatir, hasilnya nanti tidak akan menjadi konsumsi publik, namun akan ditangani oleh pihaknya.

“Makin cepat kita ketahuan makin baik karena kalau masih kita ketahuan di awal untuk rehabilitasinya itu bisa dengan mudah kita lakukan. Tapi kalau sudah akut, itu rehabilitasinya cukup berat makan waktu berbulan-bulan dan tidak ada orang yang sembub total dari kecanduan duan narkoba apalagi kalau tidak ada pengawasan,” pungkasnya. Senin, 20/5/19. (Anggun)

  • Whatsapp

Pos terkait