KKP-Kemenpar Latih Ilmu Selam Komunitas Pecinta Lingkungan dan Wisata di Sultra

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo,co – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Direktorat Jasa Kelautan dan Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memberi pelatihan selam pada sejumlah komunitas pecinta lingkungan dan wisata di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selama tiga hari berturut-turut komunitas pecinta lingkungan yang terdiri dari kaum milenial ini diajari bagaimana mengeksplore wisata bahari di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe secara savety oleh instruktur selam profesional.

Bacaan Lainnya

Kasi Wisata Bahari KKP RI, Theresia Susanti mengatakan, program kerjasama antara KKP dan Kemenpar dalam rangka pemanfaatan wisata bahari, para komunitas dibekali pengetahuan teknik menyelam yang benar untuk menghindari risiko maut saat menikmati keindahan bawah laut.

“Termasuk juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan laut demi menjamin keberlanjutan wisata bahari di Sultra,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana agar wisata bahari konsisten terhadap pelestarian lingkungan.

“Lahirnya eko wisata yang keberlanjutan, nantinya akan menjadi penggerak konservasi dan wisata bahari di Sultra,” jelasnya.

Selain di Sultra, kata Theresia, kegiatan serupa turut digelar di berbagai wilayah pesisir yang menjadi bagian destinasi wisata bahari di Indonesia. Diantaranya, Lombok, NTB, Gorontalo, Buleleng Bali hingga Nias.

Instruktur Lembaga Sertifikasi Selam POSSI yang juga akademisi Universitas Halu Oleo Profesor Baru Sadarun mengatakan Kita punya banyak penyelam lokal hanya rata-rata beli memiliki sertifikasi.

“Nah pelatihan peluang bagi mereka memperoleh legalitas sertifikasi sebagai penyelam. Sertifikasi ini penting bagi guide wisata atau peneliti agar bisa mengeksplore keindahan bawah laut kita,” katanya.

Untuk diketahui, Pelatihan selam yang digelar sejak 20-23 Desember, melibatkan BPSPL Makassar Satker Kendari, Direktorat Jasa Kelautan Dirjen PRL, Pusat Studi Laut dalam dan Laut Dangkal Universitas Halu Oleo, DKP Provinsi Sulawesi Tenggara, BKSDA Sulawesi Tenggara, WWF Indonesia. Termasuk Kelompok Masyarakat Maritebari, Kelompok Masyarakat Karang Mandiri dan Bumdes Holestar Tomia. Senin, 23/12/19

Laporan : Ilfa

Pos terkait