Kepala BPKAD Sebut Bupati KSK Berperan Penting Bawa Kabupaten Konawe Raih 8 Kali WTP

Kepala BPKAD Konawe, Santoso / Foto : Istimewa

Konawe, Sultrademo – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut, raihan Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam pengelolaan keuangan daerah yang diraih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe selama beberapa tahun terakhir ini tidak terlepas dari peran Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK).

“Delapan kali berturut-turut Pemda Konawe dapat WTP, itu berkat kerja keras dan bimbingan pak Bupati (KSK),” ucap Kepala BPKAD Konawe, Santoso.

Bacaan Lainnya
 

Santoso menjelaskan Pemda Konawe di bawah komando Bupati KSK sukses menginstruksikan pengelolaan keuangan daerah yang tertib serta tidak ada kendala.

“Kondisi kas stabil karena memang sekarang transfer itu sesuai masing-masing sektor seperti DAK (dana alokasi khusus dan DAU (dana alokasi umum),” katanya.

Ia menyebut, pihaknya di tahun 2023 ini juga telah kembali menerima penghargaan WTP dari badan pemeriksa keuangan (BPK) RI.

“31 mei kemarin kita terima penghargaannya,” ujarnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Kabupaten Konawe meraih Predikat WTP ke Delapan dari BPK. Penghargaan itu secara simbolis diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan, mewakili Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa

Ferdinand Sapan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim, OPD, dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam mencapai prestasi itu.

“Komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Ferdinand mengatakan, penghargaan opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Konawe ke delapan kali itu, juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan tata kelola keuangan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait