Raha, Sultrademo.co –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna resmi melantik 450 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Selasa 24 Januari 2023. Mereka yang dilantik hari ini dituntut untuk bekerja profesional untuk mensukseskan jalannya pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024.
“Mereka yang dilantik ini harus bekerja secara profesional, adil, mandiri dan jujur sesuai pakta integritas. Jangan ada yang coba-coba terlibat dalam politik pada pesta demokrasi nanti,” kata Kubais, Ketua KPU Muna saat pelantikan PPS di gedung Saranah Olahraga (SOR) Kota Raha pagi tadi.
Selain itu, Kubais juga menekankan, dalam menjalankan tugas anggota PPS harus menjaga kode etik sebagai penyelenggara pemilu 2024 sesuai dengan Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017. ” Saya ingatkan, tidak ada anggota PPS yang terlibat diluar dari tugas. Tetaplah menjaga marwah dari lembaga agar tercipta pesta demokrasi yang sehat, jujur dan transparan,” tegas Kubais.
Setelah dilantiknya anggota PPS, kata Kubais, mereka dituntut untuk menyiapkan diri pada pemuktahiran data dalam waktu dekat ini dan memastikan pemilih terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). “Kita berharap, tidak ada lagi pemilih kita yang tidak terdaftar dalam DPT, jangan ada lagi pemilih yang sudah meninggal namun masih terdaftar namanya,” tutur dia.
Bupati Muna, L.M Rusman Emba berpesan agar dalam proses menjalankan tugas, anggota PPS wajib menjaga netralitas dan sering berkoordinasi. Bupati juga menghimbau para anggota PPS untuk tidak berpihak pada salah satu calon. Sebagai perwakilan tugas dari negara, anggota PPS tidak boleh di interfensi, ditekan dan dipengaruhi.
“Harus bekerja sesuai kode etik dan transparansi dalam menjalankan tugas. Artinya, sebagai penyelenggara di tingkat desa atau kelurahan dipegang teguh sesuai dengan yang diamanahkan oleh undang-undang. Ada aturan yang harus ditegakkan,” tegas Bupati.
Laporan: Pitra






