Kolaka Timur, Sultrademo.co – Sebagai daerah yang 100 persen daratan, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) sangat mengandalkan dan tergantung akan produktifitas pertanian dan perkebunan.
Untuk itu, Plt Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abd Azis SH berharap semua lahan yang tersedia di daerah tersebut diolah dan dikelola dengan baik, sehingga bisa menambah nilai ekonomi.
Salah satu yang akan coba dikembangkan saat ini adalah System Integrated Farming atau sistem pertanian terpadu seperti yang ada di Desa Talinduka Kecamatan Dangia, dan Desa Lara Kecamatan Tirawuta.
Saat mengunjungi dua lokasi yang sedang dalam tahap verifikasi integrated farming ini, Senin (3/10/2022) bersama Sekda Koltim Andi Muh Iqbal Tongasa SSTP MSi, dihadapan kepala desa, camat dan petani, bupati mengharapkan dengan program tersebut nantinya, tidak ada lagi lahan menganggur atau tidak produktif, dalam arti luas bisa dipelihara dan saling menguntungkan.
Menurut bupati soal sistem pertanian ini, sudah dilengkapi pembuatan kompos kotoran ternak yang ada dan bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik, dimana, bahan baku sudah ada semua, dan kebutuhan pangan untuk masyarakat Koltim dapat terpenuhi.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Koltim, Dr Idarwaty MM mengungkapkan jika kegiatan ini sebagai salah satu komitmen bupati dalam menindaklanjuti kebijakan Menteri Pertanian RI sebagai salah satu kebijakan unggulan yang membutuhkan lahan kurang lebih 100 hektare.
Lahan itu nantinya kata dia, diperuntukkan untuk lahan persawahan, tanaman jagung, hortikultura dan peternakan ayam dan itik, yang dilengkapi dengan pembangunan embung, pembuatan kompos dan rumah jaga dilengkapi dengan jalan usaha tani.
Lanjut Idarwaty, Dinas Kemakmuran yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura serta Dinas Ketapang, membentuk tim terpadu untuk melakukan verifikasi lahan dan aplikasi yang memenuhi persyaratan. Baik tehnis, ekonomi dan budaya, untuk persiapan integrated farming tersebut, yaitu Desa Mokupa Kecamatan Lambandia desa mokupa, Desa Talinduka dan Desa Lara. Ketiga desa ini lanjutnya, sudah dibuatkan master plan yang nantinya tinggal diverifikasi oleh Kementan.
“Kalau ini bisa terlaksana dengan baik di Koltim, maka ketersedian akan sumber karbohidrat didaerah ini dengan adanya sawah, dan tanaman jagung, tanaman hortikultura, peternakan dan perikanan semua terpadu dalam satu hamparan. Bayangkan, didalam satu lokasi ada ternaknya, ada kolam ikannya, ada sayur-sayurannya, ada tanaman jagung dan ada lahan sawah dalam satu hamparan ini yang minimal 100 ha. Dengan program ini, kebutuhan pangan dalam arti luas akan terpenuhi, yaitu karbohidrat, protein, vitamin, mineral di Koltim serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Koltim dengan pertanian terpadu tersebut,” tutup mantan Kadis Kominfo Koltim ini.
 






