Lembaga Adat Tolaki Proses Hukum Ustad Muzakir

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra Proses Hukum Ustadz Muzakir karena menganggap ritual Mosehe Wonua sebagai perbuatan syirik, Dan Pihak Polda Sultra akan hadirkan saksi ahli guna penyelidikan kasus ini, Senin 9 Maret 2020

Ketua Umum LAT Sultra, Mashyur Masie Abunawas (MMA) yang mengatakan pihak Ustadz Muzakir sudah melakukan pendekatan untuk meminta maaf, tidak ingin langsung menerima permintaan maafnya.

Bacaan Lainnya

“Keluarga ustadz sudah beberapa kali menghubungi saya, namun saya belum merespon. Karena untuk persoalan ini saya harus berkomunikasi dengan anggota lainnya. Namun, secara pribadi saya memaafkan, tetapi kami ingin permintaan maaf ini dilakukan secara adat,” ujarnya saat Konferensi Pers di sekretariat DPP LAT

Ketua Lat Sultra menganggap mestinya ucapan itu tidak boleh dilontarkan, karena ini menyinggung masyarakat tolaki. Karena adat mosehe, jauh sebelum Islam masuk ke tanah Sulawesi, ritual ini sudah dijalankan oleh para leluhur.

“Buat kami mosehe adalah hal yang penting dan sakral, erat kaitannya dengan agama. Namun ritual ini tidak menyalahi syariat agama. Memang ada pengorbanan dilakukan tapi bukan berarti untuk sesembahan selain Tuhan yang maha kuasa,” tambahnya

Sebelumnya, Ustadz Muzakir menjadi penceramah Jumat di salah satu masjid di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Dalam ceramahnya ada ucapan yang ia lontarkan bahwa Mosehe Wonua adalah perbuatan syirik akbar, yang kemudian terekam oleh salah satu kamera jemaah.

Kemudian beredar di media sosial (medsos) dan ini membuat masyarakat bereaksi atas ucapannya tersebut. Yang dianggap melecehkan salah satu suku di Sultra yaitu suku tolaki.

Di tempat yang sama menurut Divisi Hukum dan HAM LAT Sultra, Khalid Usman yang juga sebagai pengacara, pihak kepolisian akan memanggil beberapa saksi ahli untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Sebelumnya kami sudah masukkan laporan, Jumat (6/3/2020), terkait konten ceramah yang dianggap menyinggung masyarakat khususnya orang tolaki. Laporannya sudah diterima polisi, kami tinggal menunggu panggilan untuk BAP, baik saya sebagai pelapor, kemudian saksi ahli bahasa, saksi ahli agama dan penyebar video,” ungkapnya

Khalid Usman berharap agar polisi serius dalam perkara ini. Karena ini merupakan diskriminasi baik itu suku, agama ataupun ras. Sementara itu, pihak dari LAT belum menerima permintaan maaf dari ustadz ataupun keluarga.

Laporan : Irfan

Pos terkait