Dianggap Tepat Dalam Penanganan Covid-19, Ini Kata Wali Kota Kendari

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Semenjak mewabahnya covid-19 di Indonesia para kepala daerah di Indonesia terus berinovasi bergerak cepat mengambil langkah untuk menangani penyebaran Covid-19 di wilayahnya. 

Dari berbagai aksi yang dilakukan oleh masing- masing pimpinan daerah, Media Survey Nasional (Median) kemudian merilis data tentang kepala daerah paling tepat menangani virus corona.

Bacaan Lainnya

Dari 22 nama yang masuk, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir berhasil menduduki posisi ke-11 dengan poling 0,5 persen.

Survey ini adalah hasil survei nasional mengenai persepsi publik yang dilakukan lembaga survei Median bertajuk ‘Persepsi Publik atas Penanganan Wabah Covid-19: Kinerja Pemerintah Pusat, PSBB vs Lockdown, Darurat Sipil, dan Mudik.

Dari hasil survey tersebut, Responden diberi pertanyaan, “Siapakah kepala daerah yang Anda sukai atau paling tepat cara menangani wabah Corona? Dari pertanyaan tersebut, Sulkarnain menduduki posisi ke-11.

Menanggapi hal tersebut, Sulkarnain mengaku hal itu merupakan apresiasi dari masyarakat atas kinerja Pemkot Kendari menangani Covid-19 agar tak kian meluas.

“Terima kasih infonya. Tujuan utama kita wabah ini segera berakhir, adapun apresiasi dari masyarakat semoga menjadi motivasi kita semua untuk berbuat lebih maksimal,” kata Sulkarnain saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait poling tersebut, Minggu (26/4/2020).

Metode survei yang dilakukan Median adalah penelitian dengan melibatkan 20.658 nomor telepon responden yang dipilih secara acak dari survei Median sebelumnya pada September 2018-Februari 2020.

Survei ini kemudian mengambil sampel 800 nomor telepon responden dari total 20.658 nomor telepon responden. Pengambilan data berlangsung dari 6 hingga 13 April 2020.

Margin of error dalam penelitian tersebut juga disebutkan dalam angka kurang-lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk diketahui, terkait penanganan Covid-19 sendiri, pemkot telah melakukan beberapa upaya sebagai wujud pencegahan perluasan penyebaran Covid-19 di Kota Kendari, di antaranya memperketat wilayah perbatasan, penyaluran bantuan kepada warga terdampak, mewajibkan warga menggunakan masker, kewajiban tempat usaha menyediakan tempat cuci tangan, serta yang paling terbaru pengajuan PSBB.

Pos terkait