Melayani Pemilih

  • Whatsapp

Oleh: Abdi Mahatma*

Kampung itu terpencil. Ia hanya serupa dusun yang dihuni penduduk serumpun. Istiadat mereka junjung tinggi. Modernisasi tak dibiarkan tumbuh bebas. Ada norma yang mesti dijaga agar generasi terus lestari menjaga adab.

Bacaan Lainnya

Letaknya di beranda Gunung Tawunaula, di teras belakang hamparan savana Taman Nasional Rawa Aopa. Pemukiman yang dikokohkan sebagai kampung adat Huka Ea, Moronene ini secara administrasi tercatat sebagai dusun di Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana.

Saya menyambangi kampung itu, sepekan sebelum Februari 2019 berakhir. Ada amanah negara yang mesti disampaikan, memastikan warga di wilayah itu sudah tahu tentang segala rupa soal Pemilu yang segera dijelang kala itu.

Medan ke Hukaea menantang adrenalin. Tak ada jalur khusus menuju kampung adat ini. Kabarnya, regulasi tak membolehkan siapapun membuka jalan, apalagi sampai mengaspalnya. Jadi? Ikut saja jejak yang mengarah ke kampung itu.

Gerimis meningkahi perjalanan kami. Kuda besi jenis trail, pabrikan Kawasaki yang saya tumpangi terseok-seok menaklukan lumpur. Bila kubangan sulit dilintasi, pilihannya merintis jalur sendiri. Ilalang diterabas. Bila mujur bisa mulus, kalau apes, terperosok jadi lumrah. Belepotan tanah becek jadi lazim.

Jarak tempuh ke Hukaea sekira 10 kilometeran dari jalan utama, poros Bombana-Kendari. Saat kering, bisa dilibas dengan waktu setengah jam. Tapi jika basah, siap-siap saja menghabiskan waktu lebih sejam
.
Ada satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dusun ini. Kami melabelinya sebagai TPS 03 Desa Watu-watu. Jumlah pemilihnya 185 orang. Wanita lebih banyak, ada 96 orang. Sisanya pria.

Warga menerima kami di sebuah balai pertemuan. Melantai, duduk setara. Membincangkan demokrasi dan Pemilu dengan interaksi berbahasa ibu, Bahasa Moronene. Bersalaman usai kegiatan, berkerumun menikmati kudapan. Wabah masih berbentuk embrio saat itu.

Kegigihan menaklukan medan-medan sulit demi melayani pemilih, terasa impas dengan hasil. Bagai sebuah partai big match di Liga Inggris, hasil akhirnya melegakan. 82 persen pemilih di Bombana tercatat ke TPS saat Pemilu. Dan Lantari Jaya-bersama Hukaea-amat luar biasa. 89 persen.

Padahal, setahun sebelumnya, saat Pilgub 2018, hanya 76 persen angka partisipasi. Wajar jika kami semringah, dan sedikit jemawa dengan hasil di 2019. Selembar plakat penghargaan atas usaha itu mendarat di KPU Bombana.

Tantangan akan partisipasi kini dihadapi kawan-kawan saya di tujuh daerah di Sultra. Penghujung tahun nanti mereka bakal menggelar Pilkada dalam situasi tak normal. Wabah membatasi ruang gerak. Bersosialisasi tapi dilarang berkerumun. Bertemu warga tapi jaga jarak

Tapi saya tidak ragu. Kawan-kawan saya orang-orang pilihan, dan saya percaya mereka tetap bisa mendorong partisipasi masyarakat, setidaknya jika ukuran sederhana adalah ke TPS, memilih pemimpin daerahnya.

Lima tahun lalu, saat Pilkada 2015, Muna relatif rendah dibanding daerah lain. Catatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU RI, hanya 62,99 persen rakyat Muna ke TPS kala itu. Sementara angka partisipasi tertinggi ada di Konawe Utara dengan 88,82 persen.

Buton Utara juga luar biasa. Ada 81,90 persen rakyatnya ke TPS disusul Konawe Kepulauan yang mencapai 80,53 persen. Sedangkan Wakatobi diangka 78,57. Kolaka Timur menyusul dengan 77,56 persen dan Konawe Selatan di angka 74,06.

Mendongkrak angka partisipasi di Pilkada 2020 mungkin tidak mudah, tapi juga tidaklah sulit-sulit amat. Teknologi bisa dimanfaatkan, membangun kemitraan dengan media massa, plus inovasi lainnya.

Bagimana modelnya? Ah..kawan-kawan saya di tujuh daerah itu jauh lebih jenius. Saya malah belajar ilmu sosialisasi dari mereka. Jadi, saya amat yakin mereka sudah punya formula jitu menaikan partisipasi Pemilih di Desember 2020 mendatang.

Selain berkepastian hukum, pemilihan dianggap sukses jika partisipasi masyarakatnya tinggi. Ukurannya tak hanya sebatas kelar mencoblos, tapi juga kesadaran bahwa memilih itu bisa mengubah masa depan.

Sukses buat kawan-kawan saya di KPU Muna, Wakatobi, Koltim, Konkep, Konsel, Butur dan Konut. Semoga semua tahapan Pilkadanya lancar jaya…

* Kordiv. Sosdiklih dan SDM KPU Bombana

  • Whatsapp

Pos terkait