Membasmi LSM Rasa Preman

  • Whatsapp

JAKARTA, sultrademo.co – Publik NTB dikejutkan dengan pemberitaan 4 orang oknum yang mengaku dari LSM LIRA Indonesia, datang secara kasar, tidak sopan dan semena2 ke salah satu SMK Di Mataram. Mereka menekan pihak sekolah secara arogan untuk memperlihatkan laporan penggunaan dana BOS.

“Memangnya mereka siapa? Bisa berbuat sewenang-wenang seperti Inspektorat begitu? Inspektorat saja datang baik-baik dan menggunakan surat. Ini semena-mena seperti preman!!!” Tanggap Budi Siswanto Sekjend DPP Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).

Bacaan Lainnya

Diwawancarai melalui telepon, Dewi Mala, Gubernur LIRA NTB menyatakan, “Mereka bukan kader kami. Kader LIRA fokus pada gerakan sosial, tidak pernah kami bergerak dan meneror instansi. Kami organisasi mandiri dan Independen” Tegasnya.

Adanya kejadian ini jelas merugikan LIRA dibawah kepemimpinan Presiden Ollies Datau, yang secara positif membangun kolaborasi dan kerjasama positif dengan Pemerintah di Seluruh Indonesia.

Hasil investigasi di lapangan diketahui bahwa oknum tersebut bukanlah kader LIRA, namun anggota LSM LIRA Indonesia. Organisasi tersebut merupakan organisasi yang meniru LIRA dengan seragam yang dibuat mirip, nama mirip namun logo tulisan dibuat sedikit berbeda.

“LIRA hanya 1, Presidennya Ollies Datau. Adanya orang – orang yang membuat organisasi baru dengan nama yg mirip, sangat merugikan kami, apalagi anggotanya melakukan perbuatan memalukan demikian, ini sangat merugikan kami!!!.” ucap Andi Syafrani Wakil Presiden DPP LIRA Bidang Hukum.

Presiden LIRA Ollies Datau (OD) secara tegas menyatakan bahwa kader-kadernya adalah orang-orang yang berintegritas.

” Kader kami terdiri atas orang – orang pilihan yang memiliki integritas dan kapasitas. Bukan orang sembarang yang suka bermain kasar” Tegasnya.

Ollies menyampaikan, kader LIRA rata – rata adalah tokoh di daerahnya masing-masing. Di pusat, nama-nama besar yang menjadi bagian keluarga besar LIRA antara lain, Anggota DPR Aboe Bakar Al Hasby (Pembina LIRA), Waketum Demokrat sekaligus Anggota DPR Vera Febhyanti (Sekjend Perempuan LIRA, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad (Ketua Dewan Penasihat LIRA), Wakil Ketua DPD Mayudin (Pembina LIRA) dan Hana Fadhel (Ketum SDGS LIRA).

” Jadi tidak mungkin kader kami melakukan aksi premanisme seperti itu. Kalau ada kader LIRA seperti itu, pasti akan saya pecat! Namun bila itu bukan kader LIRA , lalu mengatasnamakan LIRA, maka akan kami pidanakan. Pemerintah harus memberantas LSM Premanisme yg demikian!!!” Tegas Ollies.

LIRA OD selalu mengutamakan figur besar dan kapabel untuk menjadi Gubernur dan Bupati LIRA di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mencegah orang – orang yang mencari hidup di Organisasi.

“Yang bisa menjadi pemimpin LIRA, hanyalah figur-figur mandiri yang mampu menghidupi organisasi dengan cara positif dan berkontribusi bagi Bangsa Indonesia.” Tutup Adjie Rimbawan, Wasekjend DPP LIRA.

Pos terkait