Menyoal APBD 2019, Ini Tanggapan Wali Kota Kendari

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Seperti diketahui pada Senin (06/07/2020) malam, DPRD Kota Kendari menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Wali Kota Kendari atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Kendari, terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Kendari tahun 2019, di kantor DPRD Kota Kendari.

Melalui kegiatan tersebut, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir, mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Kendari yang telah mendukung atas pencapaian opini WTP dari BPK Perwakilan Sultra.

Bacaan Lainnya

Sedang untuk pertanyaan sejumlah fraksi tentang utang pihak ketiga yang belum dibayarkan tahun 2019, wali kota menjelaskan bahwa, hal itu merupakan kewajiban Pemerintah Kota Kendari dan pembayaran hutang itu telah dianggarkan dalam APBD tahun 2020.

“Pada APBD 2020 ini telah dianggarkan dan dibayarkan utang dimaksud. Adapun utang yang belum dibayarkan, akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, akan dianggarkan kembali pada tahun anggaran berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu untuk peningkatan PAD, Sulkarnain mengaku penetapan target pendapatan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi objek pendapatan pada masing-masing OPD.

“Peningkatan PAD juga dilakukan dengan sejumlah upaya diantaranya, penggunaan alat perekam pajak, digitalisasi semua sistem pembayaran pajak dan retribusi pada OPD pemungut untuk meminimalisir kebocoran, mengintensifkan penagihan piutang dan pembentukan Tim Yustisi penagihan pendapatan,” terang Sul.

Terkait persoalan layanan PDAM yang menjadi pertanyaan dari pihak Nasdem, Sulkarnain menjelaskan pihak Pemkot akan terus memperbaiki kualitas pelayanan air bersih melalui PDAM Tirta Anoa baik dalam bentuk penyertaan modal maupun dengan menggandeng investor.

Untuk persoalan banjir, Ia mengatakan pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk menanggulangi banjir.

“Saat ini Pemerintah Kota Kendari telah membangun jaringan saluran drainase di 10 kecamatan dengan total panjang drainase 24.655 meter dan Alhamdulillah titik genangan banjir yang telah tertangani kurang lebih 82 persen,” tambahnya.

Sementara, soal penertiban parkir liar, emerintah Kota Kendari terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pengelola parkir yang ada di Kota Kendari, sehingga ke depannya bisa meningkatkan PAD dan penataan perparkiran secara menyeluruh,” tutupnya.

Pos terkait